Jawa Pos Radar Madiun – Rencana relokasi Pasar Hewan Parang di Magetan terus bergulir.
Lokasi lama yang berada di sisi utara Sirkuit Magetan bakal dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas olahraga otomotif tersebut.
Kabid Pemuda dan Olahraga Dindikpora Magetan Wahyu Wijayanto menyebut aktivitas jual beli hewan dan balap motor tidak bisa terus berdampingan.
Potensi benturan cukup besar jika keduanya berjalan bersamaan.
“Ada risiko saat kegiatan pasar dan balapan berlangsung di waktu yang sama,” ujarnya, Selasa (3/6).
Meski begitu, proses pemindahan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Disperindag Magetan sebagai pengelola pasar masih harus menyusun kajian teknis dan pemetaan lokasi baru. Termasuk rencana pembangunan pasar pengganti.
Pengembangan kawasan sirkuit akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) Magetan.
Koordinasi awal telah dilakukan, namun belum menghasilkan keputusan final.
“Saat ini masih dikaji apakah lahannya akan digunakan untuk memperpanjang lintasan atau membangun fasilitas pendukung lainnya,” jelas Wahyu.
Panjang lintasan sirkuit saat ini masih di bawah 1.030 meter. Belum tercantum dalam Detail Engineering Design (DED) pengembangan.
Namun, Wahyu memastikan, jika pasar dipindah, lahannya akan dimanfaatkan secara penuh untuk mendukung pengembangan sirkuit.
“Lahan eks pasar pasti akan dioptimalkan untuk sirkuit,” tegasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto