Jawa Pos Radar Madiun – Tumpukan sampah di TPA Milangasri kian menggunung.
Tempat pembuangan akhir (TPA) yang terletak di Kecamatan Panekan itu sudah kelebihan kapasitas, namun masih menjadi tujuan akhir sebagian besar sampah dari wilayah Magetan.
Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan mulai menyiapkan solusi cepat: landfill mining.
Kepala DLHP Magetan Saif Muchlissun menjelaskan bahwa metode ini dilakukan dengan menggali kembali tumpukan sampah lama untuk dipilah.
Baca Juga: Grebeg Suro Ponorogo 2025 Diprediksi Lebih Meriah: Peserta FNRP Membeludak, Pertunjukan hingga 01.00
“Sampah yang masih bisa diolah akan dijadikan kompos. Sisanya tetap menjadi residu. Tapi dari situ, ruang baru bisa tercipta,” ujarnya, Selasa (10/6).
Menurutnya, metode tersebut diharapkan dapat menambah daya tampung TPA untuk beberapa bulan ke depan.
Selain itu, DLHP juga akan menata sistem pengelolaan gas metan agar tidak menimbulkan risiko kebakaran maupun pencemaran.
Di sisi lain, DLHP terus mendorong pengelolaan sampah berbasis desa dan kelurahan.
Ini sesuai Instruksi Bupati sejak 2019 agar sampah dikelola mandiri melalui rumah kompos atau bank sampah.
“Yang seharusnya masuk ke TPA hanyalah residu. Bukan semua jenis sampah,” tegas Saif.
Dia juga menekankan pentingnya edukasi kepada warga.
Bahwa persoalan sampah tidak bisa selesai hanya dengan dibuang. “Mulainya dari rumah, dengan memilah dan mengurangi,” pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani