Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Warga Magetan Keluhkan Beras Mahal, Pemkab Diminta Gelar Pasar Murah

Aprilita Sari • Senin, 4 Agustus 2025 | 00:45 WIB
Tim dari Pemkab Magetan saat melakukan sidak harga dan kualitas beras di sejumlah pasar dan gudang, Jumat (1/8). Beras premium masih dijual di atas HET. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Tim dari Pemkab Magetan saat melakukan sidak harga dan kualitas beras di sejumlah pasar dan gudang, Jumat (1/8). Beras premium masih dijual di atas HET. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan - Harga beras di sejumlah pasar tradisional Magetan masih belum stabil. Hasil sidak Pemkab Jumat lalu (1/8) menunjukkan beras dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Kabid Pangan Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan Awang Arifaini Rudin mengatakan, rata-rata beras masih memenuhi standar.

Namun, beberapa jenis beras ditemukan berkualitas kurang baik. “Kondisinya masih bisa ditoleransi dan tidak membahayakan konsumen,” jelasnya.

Sidak dilakukan di Pasar Sayur Magetan, Pasar Maospati, Pasar Goranggareng, serta gudang UD Mitra Tani dan UD Barokah Langgeng di Desa Gulun.

Sementara itu, warga mengeluhkan harga beras premium yang belum turun.

Salah satunya Sumiati, warga Magetan. “Masih Rp 14 ribu per kilogram. Sudah lama belum turun,” keluhnya.

Ia berharap program pasar murah segera digelar. “Kalau ada subsidi harga, kami bisa beli kebutuhan lain,” tambahnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pasar tradisional #subsidi beras #magetan #SPHP #sidak pasar #harga beras #program pangan #beras mahal #Pemkab Magetan #het beras #DLHP Magetan