Jawa Pos Radar Magetan – Harga kopi nasional turun akibat panen raya. Namun, kopi dari lereng Lawu Magetan tetap diburu pasar luar daerah.
Permintaan datang dari Kalimantan, Jakarta, Surabaya, hingga Jogjakarta.
Aprei Kurniawan, pedagang roasting Java Lawu Coffee di Pasar Sayur Magetan, menyebut harga kopi turun karena stok melimpah.
“Hampir seluruh Indonesia panen. Jadi stok banyak, harga turun,” ungkapnya, Rabu (6/8).
Meski demikian, kopi Lawu tetap laris. Bahkan tahun lalu, stok sempat habis sebelum masa panen.
Kopi premium masih stabil: Arabika Rp 230 ribu/kg, Robusta Rp 160 ribu, Liberika dan Exelsa Rp 210 ribu, sedangkan kopi asalan Rp 125 ribu/kg.
Aprei mengingatkan ancaman perubahan iklim terhadap tanaman kopi.
Menurutnya, kopi butuh suhu sejuk dan naungan. Jika lahan hutan dibuka untuk sayur, kopi terancam punah.
“Kalau hutan rusak, tanaman kopi juga habis,” ujarnya.
Kesadaran petani mulai tumbuh. Di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, lahan tumpangsari 40 hektare menghasilkan 3–5 ton kopi per tahun.
“Hampir semua pemilik kebun di Jabung menanam kopi karena kebutuhan ngopi tiap hari,” jelas Aprei. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto