Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pesona Anyaman Bambu di Pawai Budaya 2025, Smaga Magetan Masuk Tiga Penyaji Terbaik!

Archi • Minggu, 24 Agustus 2025 | 20:28 WIB

 

OTENTIK: Anyaman Bambu menjadi ciri khas desain dan tampilan mobil hias serta kostum penunjang sebagai akar budaya asli Magetan.
OTENTIK: Anyaman Bambu menjadi ciri khas desain dan tampilan mobil hias serta kostum penunjang sebagai akar budaya asli Magetan.

Jawa Pos Radar Madiun – SMA Negeri 3 Magetan (Smaga) tampil memukau dalam Pawai Budaya Kabupaten Magetan yang digelar pada Sabtu (23/8).

Mengusung tema Pesona Anyaman di Setiap Helai Bambu Kabupaten Magetan, Smaga menonjolkan keindahan seni sekaligus filosofi bambu sebagai simbol kehidupan masyarakat Magetan yang penuh semangat, harapan, dan solidaritas.

“Kami ingin menampilkan bagaimana bambu tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga sarat makna kehidupan. Alhamdulillah kami juga keluar sebagai bagian dari tiga penyaji terbaik non-ranking tingkat SMA/SMK/MA dalam event ini,” ujar Kepala SMAN 3 Magetan, Riful Hamidah.

Bambu, tanaman produktif yang banyak tumbuh di wilayah Ringinagung dan sekitarnya, menjadi inspirasi utama koreografi serta kostum siswa.

Setiap ruas bambu yang ditampilkan menggambarkan harapan dan tekad masyarakat untuk terus berkarya.

Sementara bentuk lurus dan rimbunnya bambu mencerminkan nilai-nilai agama serta kekeluargaan yang kuat di tengah masyarakat.

“Filosofi bambu ini sangat cocok untuk ditanamkan kepada generasi muda agar mereka memahami akar budaya Magetan,” jelasnya.

Penampilan Smaga semakin lengkap dengan penggambaran batik khas Magetan, Pring Sedapur, yang berasal dari Sidomukti.

Batik ini telah menjadi identitas kultural Magetan yang mendunia.

Dalam pawai tersebut, Smaga juga menampilkan tarian bertema anyaman bambu dengan koreografi penuh makna, sebagai wujud komitmen melestarikan warisan leluhur.

“Kami ingin Smaga menjadi bagian dari gerakan nguri-uri budaya Magetan agar semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Totalitas siswa terlihat jelas dalam setiap gerakan tari sepanjang rute pawai. Dengan sentuhan kreativitas tinggi dan semangat juang khas anak muda, penampilan Smaga berhasil menghidupkan filosofi bambu ke dalam pertunjukan budaya yang dinamis dan penuh energi.

“Kami bangga anak-anak mampu menyampaikan pesan budaya melalui ekspresi seni yang otentik dan mendalam,” pungkasnya. (chi/*/bar)

Editor : Mizan Ahsani
#2025 #magetan #SMAN 3 #pawai budaya