Jawa Pos Radar Magetan – Hujan ringan hingga sedang yang mengguyur kawasan Plaosan pada Kamis dini hari (30/10) memicu tanah longsor di Desa Dadi.
Material tebing setinggi sekitar 5 meter dan panjang 2,5 meter ambrol, menimpa tembok rumah serta kandang milik Eri Pramono, 39. Beruntung, tidak ada korban jiwa.
Petugas Pusdalops-PB BPBD Magetan Nino Pratikta menyebut longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Jarak antara tebing dan bangunan hanya tiga meter.
“Kerusakan bangunan diperkirakan Rp5 juta dan kerugian ternak sekitar Rp2 juta,” ujarnya, kemarin (3/11).
Informasi kejadian baru diterima Pusdalops-PB pada Jumat siang (31/10) pukul 14.50 WIB.
Tindak lanjut dilakukan dengan koordinasi perangkat desa dan penjadwalan kerja bakti.
Personel TRC-PB BPBD bersama TNI, Polri, perangkat desa, relawan, dan warga bergotong royong membersihkan material longsor sejak pukul 07.20 hingga tuntas pukul 10.30 WIB.
Usai pembersihan, BPBD juga menyalurkan bantuan darurat kepada korban terdampak.
BPBD mengimbau masyarakat di kawasan lereng untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda bahaya longsor.
Seperti retakan tanah, pohon miring, air keruh dari celah tanah, hingga suara gemuruh dari arah lereng.
“Penanganan cepat dan koordinasi antarlembaga sangat penting untuk mengurangi risiko bencana. Masyarakat diharap tetap waspada,” pungkas Nino. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto