Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Manfaat Nyata MBG di Magetan: Siswa Lebih Fokus Belajar hingga Bahan Pangan Lokal Terserap

Redaksi • Senin, 24 November 2025 | 17:53 WIB
MAKAN BERSAMA: Siswi SDN Buluharjo 01 menyantap MBG bersama.
MAKAN BERSAMA: Siswi SDN Buluharjo 01 menyantap MBG bersama.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghasilkan banyak manfaat. Tak hanya menambah nutrisi siswa agar lebih semangat belajar. Lebih dari itu, MBG juga berdampak nyata di berbagai sendi perekonomian.

Laporan Khusus Jawa Pos Radar Madiun 

SUASANA riang selalu menyelimuti halaman SDN Buluharjo 01 setiap kali mobil pengantar MBG dari SPPG Polres Magetan tiba.

Puluhan siswa berbaris rapi di sekolah yang berada di lereng Gunung Lawu itu.

Antusiasme itu juga dirasakan Alan Gemilang Setyo Nugroho, siswa kelas VI. Dengan semangat ia menceritakan pengalamannya menikmati MBG setiap hari.

‘’Enak mendapatkan MBG di sekolah,” ujarnya singkat penuh kegembiraan.

Pada Kamis (20/11), menu MBG yang diterimanya terbilang lengkap dan menggugah selera.

‘’Dapat ayam, nasinya banyak, tumis wortel dan kapri enak. Ada juga tahu goreng dan semangka yang manis,” ungkap Alan menyebut satu per satu hidangan yang ia lahap.

Sejak hadirnya program MBG, Alan dan teman-temannya tidak lagi membawa bekal dari rumah. “Biasanya dulu bawa bekal. Tapi sejak ada MBG, tidak bawa bekal lagi,” tuturnya.

Setiap pukul 08.00, ketika mobil pengantar tiba, para siswa langsung bersemangat mengambil jatah makan.

Setelah menerima kotak makanan, mereka kembali ke kelas, mencuci tangan, berdoa, dan makan bersama.

‘’Sebagian besar kami menghabiskan makanan tanpa sisa,” kata Alan bangga. Meski begitu, ia mengaku masih ada menu yang kurang ia sukai.

SEMANGAT: Siswa SDN Buluharjo 01 saling membantu membawa MBG ke kelas.
SEMANGAT: Siswa SDN Buluharjo 01 saling membantu membawa MBG ke kelas.

Nutrisi Tambahan Dongkrak Fokus Belajar

MBG yang mulai disalurkan Senin (17/11) kini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh 63 siswa SDN Buluharjo 01.

Suplai MBG ke sekolah ini dilakukan oleh SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Magetan.

Kepala SDN Buluharjo 01, Siti Mutma’inah, mengungkapkan bahwa perubahan positif terlihat sejak hari pertama MBG.

Menurutnya, tambahan asupan nutrisi membuat fokus belajar anak-anak meningkat. ‘’Anak-anak lebih fokus belajar karena dapat nutrisi tambahan,” ujarnya.

Selain itu, kondisi fisik siswa juga menunjukkan perkembangan. “Mereka lebih energik dan lebih sehat, baik saat belajar maupun ketika mengikuti kegiatan luar ruang,” tambahnya.

Sekolah memastikan pembagian MBG tertib dan tepat waktu. Begitu tiba, langsung dibagikan agar tidak terlalu lama disimpan.

Bagi yang kurang cocok dengan hidangan tertentu, sekolah memfasilitasi permintaan melalui kotak makan yang diteruskan kepada SPPG.

Siti mengakui tantangan tetap ada karena selera makan siswa berbeda-beda, namun dukungan orang tua dinilai sangat baik. Mereka merasa terbantu karena tidak perlu menyiapkan bekal sejak dini hari.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pelaksanaan program MBG.

“Kami sangat berterima kasih kepada presiden dan wapres atas program ini. Semoga MBG terus berlanjut demi menciptakan generasi emas 2045,” paparnya.

PENGUJIAN: Polres Magetan rutin memeriksa setiap menu MBG sebelum disalurkan.
PENGUJIAN: Polres Magetan rutin memeriksa setiap menu MBG sebelum disalurkan.

Selalu Uji sebelum Distribusi

Pengawasan ketat terus mengiringi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Magetan. Hingga November, tercatat 64.097 warga menjadi penerima manfaat MBG.

Angka itu terdiri dari 62.907 siswa, 119 ibu hamil, 212 ibu menyusui, dan 859 balita. Seluruhnya dilayani melalui 24 dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah memastikan seluruh menu MBG aman, layak, dan bergizi sebelum dikonsumsi.

Di dapur SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Magetan, Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, tim Polres Magetan melakukan pemeriksaan rutin terhadap setiap menu sebelum didistribusikan.

Kabag Logistik Polres Magetan, Kompol Budi Santosa, menegaskan bahwa pengujian dilakukan setiap hari bersama tim kesehatan, terutama di tiga dapur SPPG yang berada di bawah Polres Magetan.

‘’Makanan selalu diperiksa sebelum didistribusikan. Hasilnya aman,” ujarnya.

Brigadir Putri Winda dari Sidokkes Polres Magetan menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap tiga kandungan berbahaya yakni arsenik, formalin, dan sianida.

‘’Dari hasil tes tiga reagen, semuanya menunjukkan nilai 0. Artinya menu MBG bebas arsenik, bebas formalin, dan bebas sianida,” tegasnya.

Data Kodim 0804/Magetan menyebutkan, 24 dapur SPPG saat ini melayani ribuan porsi harian untuk 576 sekolah serta kelompok sasaran lain.

Keberadaan SPPG turut menyerap tenaga kerja lokal. Rata-rata hingga 50 orang per dapur, mulai dari tenaga gizi, admin, hingga juru masak.

Kabid Pangan DLHP Magetan, Awang Arifaini Rudin, mengatakan bahwa pengawasan keamanan pangan dilakukan paralel dengan penguatan suplai bahan baku lokal.

“Kami rutin melakukan rapid test keamanan bahan pangan dan memantau suplai dari para pemasok,” ujarnya.

HASIL LOKAL: Produk pertanian lokal jadi bahan baku MBG di Magetan.
HASIL LOKAL: Produk pertanian lokal jadi bahan baku MBG di Magetan.

Ekonomi Berputar di Berbagai Sektor

Banyak sektor terdampak positif program Makan Bergizi Gratis (MBG). Roda ekonomi di kalangan petani dan penyedia bahan pangan turut berputar.

Satu di antaranya Agus Parwoto, salah satu suplier yang berperan menjaga rantai pasokan MBG di Kabupaten Magetan.

Agus bergabung sejak program ini beroperasi pada 6 Januari 2025. Ia memulai dari dapur SPPG di Jalan S Parman, Kelurahan Tambran, Magetan Kota.

‘’Menjadi supplier bahan pangan MBG harus menjaga kualitas dan pelayanan,” ujarnya.

Ia mengaku awal perjalanan tidak mudah. Banyak supplier sempat menolak bergabung karena menilai program ini penuh risiko dari sisi pasokan hingga operasional.

Namun ketika diberi kepercayaan, ia memutuskan untuk mengambil kesempatan itu.

‘’Setiap hari kami memasok bahan pangan, kecuali Jumat dan Sabtu. Sistemnya kami perluas lewat akar rumput dengan melibatkan petani lokal,” jelasnya.

Kolaborasi dengan para petani menjadi kunci kelancaran pasokan.

Kebutuhan wortel dipenuhi dari petani Desa Dadi dan Ngancar, sementara buncis, kacang panjang, pakcoy, sawi putih, dan kol diperoleh dari wilayah pertanian lokal lainnya.

‘’Setiap SPPG kebutuhannya berbeda. Kami harus kirim tepat waktu, biasanya siang hari sebelum aktivitas dapur dimulai agar sayuran fresh,” ungkapnya.

Agus, warga asli Magetan dengan latar belakang petani dan penggerak UMKM, berharap MBG terus menjadi pendorong ekonomi daerah. Ia yakin jika rantai pasokan dan kemitraan lokal berjalan konsisten, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. (ril/naz)

SEMANGAT: Siswa SDN Buluharjo 01 saling membantu membawa MBG ke kelas.
SEMANGAT: Siswa SDN Buluharjo 01 saling membantu membawa MBG ke kelas.
PENGUJIAN: Polres Magetan rutin memeriksa setiap menu MBG sebelum disalurkan.
PENGUJIAN: Polres Magetan rutin memeriksa setiap menu MBG sebelum disalurkan.
HASIL LOKAL: Produk pertanian lokal jadi bahan baku MBG di Magetan.
HASIL LOKAL: Produk pertanian lokal jadi bahan baku MBG di Magetan.
Editor : Mizan Ahsani
#nutrisi #Makan Bergizi Gratis #magetan #SPPG #program mbg #Polres Magetan #belajar #Mbg #siswa #manfaat #petani