Jawa Pos Radar Magetan – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Bakesbangpol Magetan memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang mungkin meningkat selama libur akhir tahun.
Langkah itu dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial dan Kewaspadaan Dini yang digelar di Pendapa Surya Graha, kemarin (10/12).
Plt Kepala Bakesbangpol Magetan Suwito mengatakan rakor melibatkan unsur Forkopimda, perangkat daerah, tokoh agama, desa, dan unsur intelijen.
“Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dan menyatukan langkah mencegah potensi konflik. Momentum Nataru perlu kita antisipasi bersama,” ujarnya.
Beberapa isu krusial menjadi perhatian, seperti ancaman bencana hidrometeorologi, potensi kenaikan harga bahan pokok, hingga maraknya informasi palsu atau hoaks menjelang libur panjang.
Peningkatan mobilitas masyarakat juga menjadi faktor yang perlu diawasi secara khusus.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mendukung penuh langkah Bakesbangpol sebagai leading sector kewaspadaan daerah.
“Potensi gesekan sosial meningkat. Dengan koordinasi yang baik, kita dapat meminimalisasi dampak negatif,” terangnya.
Pemkab Magetan juga menekankan penguatan Posko Nataru, pengamanan rumah ibadah, peningkatan patroli, serta pelibatan tokoh agama dan masyarakat.
Harapannya, seluruh unsur mampu menjaga stabilitas keamanan selama periode Nataru.
“Kami optimistis Magetan tetap aman dan harmonis,” pungkas Nanik. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto