Jawa Pos Radar Magetan – Asa Persemag Magetan untuk melaju ke fase gugur Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur sejatinya masih terbuka hingga menit-menit akhir laga penentuan.
Namun harapan itu sirna setelah Persepon Ponorogo menyamakan kedudukan saat menghadapi Persinga Ngawi.
Gol penyama kedudukan Persepon yang dicetak Abdul Aziz membuat laga Persinga kontra Persepon berakhir imbang 2-2 di Stadion Batoro Katong, Ponorogo.
Hasil tersebut otomatis menggugurkan peluang Persemag untuk lolos fase grup.
Padahal sebelumnya, Persemag tampil gemilang dengan kemenangan telak 4-0 atas Perspa Pacitan.
Sayangnya, kemenangan tersebut menjadi sia-sia karena nasib Macan Lawu sepenuhnya ditentukan dari hasil pertandingan lain di Grup M.
Sejak awal, manajemen Persemag berharap Persinga Ngawi mampu mengalahkan Persepon.
Dengan skenario tersebut, Persemag berpeluang lolos ke fase berikutnya berkat keunggulan selisih gol meski sama-sama mengoleksi 4 poin.
Namun, dewi fortuna belum berpihak kepada Doni Kurniyanto dan kolega.
Dengan hasil akhir klasemen Grup M, Persemag harus puas finis di peringkat ketiga.
Persinga Ngawi lolos sebagai juara grup, sementara Persepon Ponorogo mendampingi sebagai runner-up dengan 5 poin.
Adapun Perspa Pacitan berada di posisi juru kunci.
Meski gagal lolos fase grup, Ketua Askab PSSI Magetan Sujatno tetap memberikan apresiasi kepada perjuangan tim.
’’Saya bangga kepada anak-anak Persemag atas hasil yang diraih,’’ ujarnya.
Hal senada disampaikan pelatih Persemag Windu Wibowo.
Dia mengakui timnya belum beruntung dalam persaingan ketat Grup M.
’’Dengan hasil akhir klasemen Grup M, kami belum bisa lolos ke putaran berikutnya,’’ kata mantan pemain MPFC tersebut. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto