Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Sayuran Sering Anjlok, Pemkab Magetan Uji Teknologi Ozon

Aprilita Sari • Rabu, 17 Desember 2025 | 21:50 WIB
Teknologi Generator Ozon diklaim mampu memperpanjang masa simpan sayuran hortikultura yang mudah rusak, sehingga petani tak terburu-buru menjual hasil panen saat harga anjlok. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Teknologi Generator Ozon diklaim mampu memperpanjang masa simpan sayuran hortikultura yang mudah rusak, sehingga petani tak terburu-buru menjual hasil panen saat harga anjlok. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Kabar segar datang bagi petani hortikultura di Magetan.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Magetan mulai menjajaki pemanfaatan teknologi Generator Ozon sebagai solusi mengatasi kerugian petani akibat sayuran cepat busuk dan harga anjlok saat panen raya.

Teknologi pascapanen tersebut diperkenalkan melalui alat Generator Ozon D’Ozone produksi PT Dipo Technology, yang disosialisasikan langsung kepada kelompok tani di Aula DTPHP Magetan, Selasa (16/12).

Kepala DTPHP Magetan Uswatun Chasanah menjelaskan, teknologi ozonisasi dirancang untuk memperpanjang masa simpan (shelf life) produk hortikultura, terutama sayuran yang rentan rusak seperti cabai.

Manfaat utama teknologi ini adalah memberi waktu tambahan bagi petani untuk menunda penjualan hasil panen.

Dengan ozonisasi, produk hortikultura diklaim dapat disimpan lebih lama tanpa menurunkan kualitas.

‘’Harapannya teknologi ini bisa disosialisasikan lebih luas lagi. Kalau efektif, bisa menjadi solusi ketika harga panen murah, sehingga petani tidak langsung menjual dengan harga rendah,’’ jelas Uswatun.

Menurutnya, pada kondisi tertentu, hasil panen seperti cabai bahkan bisa bertahan hingga dua bulan dalam kondisi baik.

Hal ini dinilai sangat strategis untuk menghindari praktik jual murah akibat ketakutan produk cepat busuk.

Untuk tahap awal, alat percontohan Generator Ozon ditempatkan di kantor DTPHP Magetan dengan kapasitas terbatas sekitar satu ton.

‘’Ke depan, petani bisa membawa hasil panennya untuk diozonkan di dinas,’’ tambah Uswatun.

Sosialisasi teknologi ini disambut antusias oleh petani.

Dedi Kurniawan, perwakilan Kelompok Tani Bangkit Singolangu, Sarangan, menilai teknologi ozon tidak hanya membantu menunda penjualan, tetapi juga menjadi solusi teknis dalam mengatasi jamur dan bakteri penyebab kebusukan.

Menurutnya, persoalan pembusukan hasil panen selama ini menjadi momok utama petani hortikultura.

Dedi berharap teknologi Generator Ozon dapat dikembangkan dan tersedia lebih luas agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani di lapangan. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#panen raya #magetan #Generator Ozon #petani magetan #teknologi pertanian #hortikultura #DTPHP Magetan #harga sayuran