MAGETAN – Warga Kabupaten Magetan diminta meningkatkan kewaspadaan menjelang libur Tahun Baru.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menetapkan wilayah Magetan masuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga akhir Desember 2025.
Peringatan dini tersebut berlaku mulai saat ini hingga 31 Desember 2025.
Potensi cuaca ekstrem diperkirakan meningkat seiring intensitas hujan yang kian tinggi di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Tingkat Madya Stasiun Geofisika III BMKG Nganjuk Setiyaris menjelaskan, seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Magetan, telah memasuki musim hujan.
Bahkan, beberapa daerah diperkirakan sudah berada pada fase puncak musim hujan.
Setiyaris mengungkapkan, peningkatan potensi cuaca buruk dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia serta terdeteksinya bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Barat.
“Kondisi tersebut berdampak tidak langsung terhadap pola cuaca di Jawa Timur, termasuk Magetan,” jelas Setiyaris.
BMKG juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah dengan karakter topografi perbukitan.
Magetan, terutama kawasan lereng Gunung Lawu, dinilai memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi terhadap dampak cuaca ekstrem.
“Wilayah dengan topografi perbukitan seperti Magetan memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Masyarakat harus lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ungkapnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto