Jawa Pos Radar Magetan – Pembangunan Plaza Ndoyo di Jalan Hasanuddin, Magetan, dipastikan berlanjut pada 2026.
Namun, realisasi proyek tersebut harus menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Muhtar Wakid mengatakan, dari total kebutuhan anggaran sekitar Rp 3 miliar, Pemkab Magetan hanya mampu mengalokasikan Rp 1,5 miliar untuk tahap lanjutan pembangunan.
“Plaza Ndoyo bukan plaza komersial. Ini wahana publik untuk kegiatan kesenian,” ujarnya, kemarin (28/12).
Muhtar menjelaskan, hingga 2025 pembangunan Plaza Ndoyo baru memasuki tahap ketiga.
Masih terdapat sejumlah tahapan lanjutan agar kawasan tersebut rampung sesuai masterplan yang telah disusun sejak awal.
Untuk menyelesaikan seluruh rencana pembangunan, dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp 3 miliar.
Namun, kondisi fiskal daerah membuat pemkab harus melakukan penyesuaian.
“Tahap lanjutan 2026 sudah kami usulkan. Namun karena transfer ke daerah (TKD) mengalami pemangkasan, anggaran yang tersedia hanya Rp 1,5 miliar,” jelasnya.
Dengan alokasi tersebut, pengerjaan tahap keempat pada 2026 dipastikan belum dapat menuntaskan seluruh rencana pembangunan.
Meski demikian, Pemkab Magetan tetap memilih melanjutkan proyek secara bertahap agar Plaza Ndoyo dapat segera dimanfaatkan sebagai ruang publik.
Sebelumnya, kawasan Plaza Ndoyo sempat diuji coba saat peluncuran Calendar of Events (COE) 2026.
Antusiasme masyarakat yang hadir dinilai menjadi sinyal positif bahwa Plaza Ndoyo memiliki potensi besar sebagai ruang publik baru sekaligus pusat aktivitas seni dan budaya di Magetan. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto