Jawa Pos Radar Magetan – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan terus berinovasi menghadirkan ruang bahagia bagi masyarakat.
Salah satu terobosan terbarunya adalah mengoptimalkan Plaza Ndoyo di Jalan Hasanuddin sebagai pusat urban tourism yang terbuka untuk publik.
Kepala Disbudpar Magetan Joko Trihono menegaskan bahwa konsep pariwisata saat ini tidak lagi terpaku pada destinasi alam atau objek wisata permanen berbayar.
Ruang kota yang estetik dan nyaman juga bisa menjadi daya tarik wisata.
“Urban space bisa dimanfaatkan menjadi public space dan itu masuk dalam konsep urban tourism,” ujar Joko.
Plaza Ndoyo pun dibuka seluas-luasnya bagi masyarakat.
Warga, komunitas, hingga pelaku ekonomi kreatif dipersilakan memanfaatkan ruang tersebut untuk berbagai kegiatan positif.
Mulai dari aktivitas komunitas, pertunjukan seni, hingga sesi foto, termasuk prewedding.
“Kami bangga jika lokasi yang dibangun Pemkab Magetan ini digunakan masyarakat. Artinya, masyarakat mempunyai rasa memiliki terhadap Plaza Ndoyo,” tambahnya.
Menurut Joko, keberadaan ruang publik yang ramah dan estetik menjadi bagian penting dalam membangun kualitas hidup warga sekaligus memperkuat identitas kota.
Urban tourism juga dinilai mampu menggerakkan sektor kreatif tanpa harus membangun destinasi wisata baru yang membutuhkan biaya besar.
Komitmen Disbudpar Magetan dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif dan mendorong ekosistem kreatif tersebut mendapat pengakuan bergengsi.
Disbudpar Magetan baru saja meraih penghargaan Top Public Service dalam ajang Radar Madiun Awards 2025.
“Pemerintah hadir membersamai dan mendorong agar iklim kreatif di Magetan terus berkembang,” pungkas Joko. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto