Jawa Pos Radar Magetan – Momen libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) membawa dampak ganda bagi Kabupaten Magetan.
Di satu sisi sektor pariwisata bergeliat, namun di sisi lain timbulan sampah melonjak tajam.
Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan mencatat, total sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Milangasri selama periode libur Nataru mencapai 540,29 ton.
Angka tersebut naik 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 506,69 ton.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHP Magetan Eny Purwanti menjelaskan, kenaikan timbulan sampah mencapai sekitar 33,6 ton.
Peningkatan itu terpantau sejak 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
“Terjadi selisih kenaikan cukup signifikan dibanding Nataru tahun lalu,” ujarnya, Selasa (6/1).
Lonjakan paling mencolok terjadi di kawasan destinasi wisata.
Berdasarkan pemantauan DLHP, volume sampah di area wisata meningkat hingga 11 persen dibandingkan hari normal.
Telaga Sarangan kembali menjadi penyumbang sampah terbesar.
Selama libur Nataru 2025/2026, sampah dari kawasan wisata unggulan tersebut tercatat mencapai 66,22 ton, atau naik 6,42 ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Komposisi sampah menjadi perhatian serius. Dari total timbulan sampah libur Nataru, hampir separuh didominasi sampah plastik.
“Sekitar 49 persen merupakan sampah plastik, sementara 51 persen sisanya berupa sampah organik dan sisa makanan,” jelas Eny. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto