Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ekonomi Magetan Tumbuh 4,79 Persen, Pertanian Masih Jadi Penopang Utama

Aprilita Sari • Senin, 12 Januari 2026 | 15:00 WIB
Aktivitas perdagangan menjadi salah satu sektor yang membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Magetan selama kurun waktu satu tahun terakhir. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN
Aktivitas perdagangan menjadi salah satu sektor yang membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Magetan selama kurun waktu satu tahun terakhir. AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magetan bergerak melambat dalam setahun terakhir.

Pada 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,79 persen, hanya naik tipis 0,32 poin dibandingkan 2023 yang berada di angka 4,47 persen.

Kepala BPS Magetan Mohamad Samsodin menilai capaian tersebut tetap mencerminkan aktivitas ekonomi yang berjalan di hampir seluruh sektor.

“Secara umum ekonomi Magetan tumbuh positif. Seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin (12/1).

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Magetan atas dasar harga berlaku mencapai Rp 24.577,30 miliar.

Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp 15.259,86 miliar, menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi riil masyarakat.

Dari sisi produksi, sektor transportasi dan pergudangan menjadi motor pertumbuhan tertinggi dengan laju 12,07 persen.

Disusul sektor jasa lainnya 8,18 persen serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 7,57 persen.

“Pertumbuhan transportasi menunjukkan meningkatnya mobilitas barang dan jasa,” jelas Samsodin.

Meski demikian, struktur ekonomi Magetan masih bertumpu pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi terbesar, yakni 27,59 persen.

Berikutnya sektor perdagangan besar dan eceran 16,25 persen, serta industri pengolahan 12,28 persen.

Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen ekonomi tercatat tumbuh.

Konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) mencatat pertumbuhan tertinggi 11,50 persen.

Namun, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama ekonomi dengan kontribusi 76,94 persen, disusul pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 23,12 persen dan konsumsi pemerintah 8,12 persen.

Samsodin menambahkan, kinerja perdagangan luar daerah masih menjadi pekerjaan rumah.

“Net ekspor barang dan jasa Magetan masih negatif. Artinya, kebutuhan masyarakat masih banyak dipenuhi dari luar daerah maupun luar negeri,” pungkasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #transportasi magetan #PDRB magetan #sektor pertanian magetan #perdagangan magetan #ekonomi magetan #BPS Magetan #pertumbuhan ekonomi magetan 2024