MAGETAN – Tradisi Labuhan Sarangan kembali digelar dengan khidmat.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan seiring pengakuan Labuhan Sarangan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan RI.
Bupati yang akrab disapa Nanik Sumantri itu menekankan, Labuhan Sarangan bukan sekadar ritual tahunan.
Tradisi tersebut merupakan warisan budaya adiluhung yang telah diwariskan turun-temurun oleh para leluhur masyarakat lereng Lawu.
“Melalui Labuhan Sarangan, kita diajarkan nilai-nilai spiritual, gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap kelestarian alam. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga dan tanamkan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, Labuhan Sarangan juga memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
Kawasan Telaga Sarangan bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Magetan, tetapi juga destinasi wisata yang telah dikenal luas di tingkat regional hingga nasional.
“Penetapan Labuhan Sarangan sebagai Warisan Budaya Tak Benda menjadi kabar gembira sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaga eksistensi dan kelestariannya,” paparnya.
Bupati berharap, pelestarian tradisi berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan telaga dan kawasan sekitarnya agar tetap lestari, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto