Jawa Pos Radar Magetan – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) masih mengintai peternak di Kabupaten Magetan.
Sepanjang Januari, Disnakkan Magetan mencatat sebanyak 30 kasus PMK yang menyerang hewan ternak.
Kepala Disnakkan Magetan Nur Haryani mengatakan, meski kasus masih ditemukan di sejumlah wilayah, kondisi ternak berangsur membaik berkat penanganan cepat.
Pengobatan dan vaksinasi yang dilakukan petugas membuat sebagian besar ternak terpapar berhasil disembuhkan.
“Masih ada beberapa kasus PMK di sejumlah tempat. Tapi, dari tahapan pengobatan dan vaksinasi yang sudah dilakukan, beberapa ternak bisa disembuhkan,” ujarnya.
Nur menjelaskan, dari puluhan kasus tersebut, trennya terus menunjukkan penurunan.
Tingkat kesembuhan ternak juga tergolong tinggi seiring optimalnya program vaksinasi PMK yang digencarkan pemerintah daerah.
Kondisi itu, lanjut dia, membuat masyarakat tidak lagi memandang PMK sebagai wabah besar seperti beberapa tahun lalu.
“Dulu sebelum ada vaksin, penyebarannya sulit dikendalikan. Sekarang, karena sudah ada vaksin, PMK setidaknya bisa dikendalikan,” terangnya.
Meski demikian, Disnakkan tetap mengimbau peternak meningkatkan kewaspadaan.
Peternak diminta menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta segera melapor apabila menemukan gejala PMK.
“Langkah cepat sangat penting untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK,” tandas Nur. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto