Jawa Pos Radar Magetan – Momen Lebaran membawa berkah bagi produsen roti bolu di Magetan.
Permintaan meningkat sejak Ramadan hingga pasca-Lebaran karena diburu pemudik sebagai oleh-oleh.
Pelaku usaha roti bolu Dinawa di Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Andi Putra mengatakan, lonjakan permintaan mulai terasa sejak Ramadan.
“Biasanya pemudik mencari jajanan tradisional untuk dibawa keluar daerah,” ujarnya, kemarin (24/3).
Produksi meningkat hingga 50 persen dibanding hari biasa.
Dari normal 2.500 bungkus per hari, naik menjadi 5.000 bungkus.
Bahkan pada puncak Ramadan, produksi sempat mencapai 7.000 bungkus per hari.
Selain bolu rahayu, usaha tersebut juga memproduksi berbagai jajanan tradisional.
Seperti likak likuk, carang mas, sagon, hingga kue pia.
Produk dipasarkan tidak hanya di toko milik sendiri, tetapi juga disuplai ke sejumlah pusat oleh-oleh di Magetan.
Harga yang ditawarkan berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu per bungkus.
“Permintaan paling tinggi saat mendekati Lebaran dan setelahnya,” tandasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto