Jawa Pos Radar Magetan – Pemkab Magetan mulai bergerak menangani titik-titik rawan banjir di wilayah perkotaan.
Upaya jangka pendek difokuskan pada normalisasi drainase dari kawasan Kebaran hingga Samsat.
Sepanjang 1,5 kilometer saluran dikeruk sedimennya sekaligus diperlebar agar aliran air lebih lancar saat hujan deras.
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan langkah ini merupakan respons cepat atas keluhan masyarakat terkait luapan air di wilayah kota.
‘’Alhamdulillah, sebagian warga pemilik lahan sudah menyetujui lahannya dimanfaatkan untuk pelebaran saluran pembuangan air,’’ ungkapnya, Selasa (7/4).
Baca Juga: Enam Kali Curi Motor, Pemuda Sidoarjo Ditangkap di Magetan
Selain pengerukan, pemkab juga melakukan pembebasan lahan terbatas dengan dukungan masyarakat setempat.
Namun, proses normalisasi tidak berjalan tanpa kendala.
Pemkab menemukan adanya penyempitan gorong-gorong yang disebabkan bangunan pribadi maupun tempat usaha.
Titik penyempitan paling mencolok berada di wilayah Ngariboyo hingga Campursari.
Baca Juga: Pemkab Magetan Terapkan WFH Selektif, Pejabat Tetap Wajib Ngantor
Di kawasan tersebut, lebar saluran menyempit dibandingkan bagian hulu, sehingga menghambat aliran air.
Pemkab pun melayangkan peringatan kepada pemilik bangunan yang mengganggu saluran.
Beberapa di antaranya adalah usaha pabrik paving dan warung di timur KDKMP Campursari.
‘’Beberapa sudah kami beri surat peringatan. Jika tetap menghambat dan diperlukan untuk kepentingan umum, akan dilakukan pembongkaran,’’ tegasnya.
Baca Juga: Pemkab Magetan Siapkan Skenario Tangani Banjir Hulu ke Hilir, Sungai Disudet
Selain langkah jangka pendek, pemkab juga menyiapkan strategi lanjutan.
Dalam waktu dekat, akan dilakukan penyodetan di kawasan Srogo-Sadon untuk mengurangi beban aliran air yang selama ini menumpuk di Kebaran.
Skema jangka menengah juga disiapkan dengan melanjutkan normalisasi hingga wilayah Ndoyo-Tawang. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto