Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah sunyinya perpustakaan, Vian membuktikan bahwa kesendirian bukanlah sepi. Justru dari keheningan itu, lahir karya-karya penuh imajinasi yang berbicara lebih lantang daripada kata-kata.
Ada pemandangan berbeda di ruang terbuka Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan siang itu.
Seorang pemuda tampak duduk menyendiri, jemarinya lincah menari di atas kertas, tenggelam jauh ke dalam dunia imajinasi.
Dia adalah Ananda Novian Bagas Wibowo Sakti, pemuda 20 tahun asal Tawanganom, Magetan.
Alih-alih terlihat kesepian, pemuda yang akrab disapa Vian ini justru tampak sangat menikmati setiap goresan pensil di atas buku sketsanya.
Di tempat tenang itu, ia menghidupkan berbagai karakter. ‘’Mulai dari karakter game sampai idola K-Pop,’’ ujarnya.
Vian mengaku sangat gemar menggambar karakter dari game Mobile Legends, seperti Luo Yi dan Kadita.
Baginya, kedua tokoh tersebut memiliki daya tarik visual yang kuat.
Baca Juga: Bocoran Honda Jazz 2026 Hybrid, Desain Baru dan Harga Segini
Luo Yi kerap ia gambarkan dengan nuansa gelap, jubah khas penyihir, serta aura Yin dan Yang yang misterius.
Tak hanya terpaku pada satu genre, Vian juga mengeksplorasi gaya anime dengan mencari referensi melalui platform Pinterest.
Sesekali, goresan pensilnya beralih ke tokoh nyata.
Mulai dari guratan tegas wajah Presiden RI yang pertama, Ir Soekarno, hingga paras personel girlgroup Korea Selatan, Blackpink, dengan Rose sebagai favoritnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Kompak Anjlok Hari Ini, Segini Rinciannya
Bakat menggambar ini bukan datang tiba-tiba. Vian telah menekuni hobi ini sejak usia enam tahun, saat ia masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
‘’Dulu diajari papa yang juga suka gambar,’’ kenangnya.
Hingga kini, pemuda kelahiran 22 November 2005 tersebut telah mengoleksi sedikitnya lima buku sketsa penuh hasil karyanya.
‘’Jika benar-benar fokus, dalam sehari bisa menyelesaikan satu gambar dengan detail yang rapi dan rumit. Terutama pada bagian lipatan pakaian dan aksesori karakter,’’ tambah Vian. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani