Jawa Pos Radar Magetan – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai memukul sektor infrastruktur di Magetan.
Harga aspal melonjak saat proses pengadaan berjalan, memaksa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan penyesuaian anggaran.
Kepala DPUPR Magetan Muhtar Wakid mengatakan, kenaikan terjadi di tengah pelaksanaan lelang dini yang sebelumnya disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan harga.
“Pengadaan sudah kami mulai lebih awal. Tapi saat lelang berjalan, harga aspal sudah lebih dulu naik di pasaran,” ujarnya, kemarin (27/4).
Kondisi ini menjadi bahan evaluasi dalam pembahasan APBD 2026.
Kenaikan BBM memicu efek domino pada harga material konstruksi dan berdampak langsung pada pekerjaan fisik.
“Kenaikan material berdampak pada seluruh pekerjaan fisik. Saat ini masih tahap perencanaan dan re-planning,” jelasnya.
Meski begitu, penyesuaian anggaran tidak bisa dilakukan secara cepat. DPUPR tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.
Secara teknis, harga aspal naik sekitar Rp 1.900 per kilogram. Jika dihitung per drum berkapasitas 150 kilogram, terjadi tambahan beban sekitar Rp 285 ribu hingga Rp 300 ribu.
Kenaikan tersebut cukup membebani APBD. Untuk perencanaan awal saja, kebutuhan aspal mencapai sekitar 2.300 drum.
“Dalam setahun, kebutuhan bisa hampir 5.000 drum untuk pemeliharaan jalan dan bantuan pengaspalan,” tandasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto