Jawa Pos Radar Magetan – Angin kencang memicu bencana di Kabupaten Magetan, Sabtu (27/6).
Sebatang pohon kepuh berdiameter sekitar 1,5 meter tumbang dan menutup total Jalan Raya Belotan, Kecamatan Bendo.
Sebuah mobil Toyota Hilux yang melintas tak sempat menghindar hingga tertimpa batang pohon.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun, pengemudi mobil, Budi Prihartono (50), warga Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, mengalami syok dan harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Bendo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Budi merupakan Wakil Administratur Perhutani KPH Lawu DS yang dalam waktu dekat akan menjalani mutasi ke Kediri.
Saat melintas di Jalan Raya Belotan, pohon kepuh tiba-tiba roboh akibat terpaan angin kencang dan langsung menimpa kendaraan yang dikemudikannya.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan laporan kejadian diterima Pusdalops-PB sekitar pukul 14.30 WIB.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama personel TNI, Polri, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
"Korban mengalami syok akibat kejadian tersebut dan telah mendapatkan penanganan medis. Sementara mobil yang tertimpa pohon mengalami kerusakan sedang," ujarnya.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan gergaji mesin (chainsaw) untuk memotong batang pohon berukuran besar tersebut.
Setelah beberapa saat, material pohon berhasil disingkirkan dari badan jalan.
Sekitar pukul 15.22 WIB, akses Jalan Raya Belotan kembali dapat dilalui kendaraan setelah proses evakuasi selesai.
"Mobil berhasil dievakuasi dan dibawa ke Polsek Bendo. Arus lalu lintas yang sempat terputus kini sudah kembali normal," kata Eka.
BPBD Magetan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama potensi cuaca ekstrem masih berlangsung.
Pengendara diminta tidak berteduh maupun memarkir kendaraan di bawah pohon berukuran besar saat hujan disertai angin kencang.
"Apabila terjadi bencana, masyarakat dapat segera melapor ke Call Center BPBD agar penanganan bisa dilakukan secepatnya," pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto