Jawa Pos Radar Magetan – Program Dana Guyub Rukun yang menjadi salah satu program prioritas Pemkab Magetan resmi mulai direalisasikan.
Sebanyak Rp 12,1 miliar digelontorkan kepada 4.061 rukun tetangga (RT) di wilayah desa dengan nilai bantuan masing-masing Rp 3 juta.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan, RT merupakan ujung tombak pelayanan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.
Karena itu, pemanfaatan bantuan diserahkan kepada masing-masing RT melalui musyawarah bersama warga agar sesuai kebutuhan lingkungan.
"Semoga Dana Guyub Rukun digunakan sesuai kebutuhan lingkungan. Yang paling mengetahui kebutuhan di wilayahnya adalah para RT bersama warganya," ujarnya, Selasa (30/6).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan Parminto Budi Utomo menjelaskan, penyaluran bantuan mulai dilakukan sejak 30 Juni 2026.
Anggaran tersebut bersumber dari APBD 2026 sebagai tindak lanjut arahan bupati agar manfaat program segera dirasakan masyarakat.
Menurut Parminto, mekanisme pencairan mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2026.
Setelah dana masuk ke rekening desa, pemerintah desa wajib menyalurkannya ke rekening masing-masing RT paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam.
"Program Guyub Rukun dirancang untuk memperkuat peran RT dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing," katanya.
Karena keterbatasan kapasitas layanan perbankan, proses pencairan dilakukan secara bertahap dengan cakupan dua hingga tiga kecamatan setiap hari.
Pemkab Magetan menargetkan penyaluran bantuan kepada seluruh RT di 18 kecamatan selesai pada pekan pertama Juli.
Sementara itu, bantuan serupa bagi RT di wilayah kelurahan belum disalurkan pada tahap ini.
Pemkab akan mengalokasikan anggarannya melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2026.
Parminto berharap Dana Guyub Rukun mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tingkat lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
"Kami berharap program tersebut mampu mempercepat penyelesaian persoalan di tingkat lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan," pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto