Jawa Pos Radar Madiun - Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan kini menjadi fokus utama di MIN 2 Magetan.
Lembaga pendidikan ini terus memperbarui sistem pembelajaran dan manajemen agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Proses digitalisasi telah dirintis sejak tahun 2020 dengan menerapkan platform E-Learning Madrasah sebagai media belajar dan evaluasi.
Sistemnya diperkuat empat tahun kemudian melalui pengadaan Interactive Technology Board (IT Board) di ruang kelas untuk mendukung interaksi dua arah antara guru dan siswa.
"Kami manfaatkan sebagai sarana membangun budaya belajar yang aktif, kreatif, dan kolaboratif.
Namun, kemajuan digital ini tetap harus berjalan seiring dengan penguatan karakter peserta didik,"
kata Kepala MIN 2 Magetan Miftahul Huda.
Dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari, para guru memanfaatkan perangkat digital untuk menyampaikan materi berbasis multimedia.
Berbagai platform edukasi seperti PowerPoint Interaktif, Wordwall, Zep Quiz, Canva AI, hingga Google Form digunakan untuk menyajikan materi dan latihan soal.
Sementara platform E-Learning Madrasah difungsikan untuk mengelola tugas, mendokumentasikan proses belajar,
hingga menyelenggarakan Penilaian Akhir Semester (PAS) dan Asesmen Madrasah berbasis komputer.
Melalui ekosistem ini, siswa dilatih untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan literasi digital sejak dini.
Atas komitmennya membangun infrastruktur dan budaya digital yang terstruktur di jenjang pendidikan dasar,
MIN 2 Magetan mendapatkan penghargaan Digital Transformation dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
Melalui visi "Madrasah Maju, Digital Berkualitas, Akhlak Tetap Prioritas", pihak madrasah berharap program ini bisa berkelanjutan.
"Harapannya, lulusan MIN 2 Magetan tidak hanya memiliki kecakapan digital yang baik,
tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai akhlakul karimah," pungkasnya. (ebo/cor/*)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun