Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kasus ISPA di Magetan Turun, Dinkes Waspadai Lonjakan saat Musim Pancaroba

Aprilita Sari • Rabu, 1 Juli 2026 | 11:00 WIB
Meski tren kasus ISPA di Kabupaten Magetan menurun pada semester pertama 2026, Dinas Kesehatan tetap mengimbau masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat menjelang musim pancaroba. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Meski tren kasus ISPA di Kabupaten Magetan menurun pada semester pertama 2026, Dinas Kesehatan tetap mengimbau masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat menjelang musim pancaroba. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Magetan menunjukkan tren penurunan sepanjang semester pertama 2026.

Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena musim pancaroba berpotensi memicu peningkatan jumlah penderita.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), jumlah kasus ISPA pada Minggu Epidemiologi (ME) 1–24 Tahun 2026 sempat mencapai puncak sebanyak 1.148 kasus pada ME ke-10.

Setelah itu, angka kasus terus menurun hingga menjadi 365 kasus pada ME ke-24.

Pengelola Surveilans Dinkes Magetan Dinik Ika Sari mengatakan, tren penurunan tersebut menjadi sinyal positif.

Namun, pihaknya belum ingin lengah karena pola penyebaran ISPA pada tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan justru terjadi saat memasuki musim pancaroba.

Menurut Dinik, pada 2025 lalu kasus ISPA mulai meningkat sejak Minggu Epidemiologi ke-37 dan mencapai puncaknya pada ME ke-41, atau sekitar September hingga Oktober.

"Kenaikan kasus dimungkinkan dipengaruhi musim pancaroba, cuaca ekstrem, kelembapan tinggi, dan penurunan suhu yang memudahkan virus berkembang biak," ujarnya, Rabu (1/7).

Untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus, Dinkes Magetan terus memperkuat berbagai upaya pencegahan.

Langkah tersebut meliputi kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), edukasi penggunaan masker bagi masyarakat yang sedang sakit, hingga mendorong imunisasi influenza secara mandiri.

Selain itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diminta tetap menerapkan tata laksana penanganan ISPA sesuai pedoman agar penyebaran penyakit dapat dikendalikan sejak dini.

"Kami berharap potensi lonjakan kasus saat memasuki musim pancaroba dapat ditekan sehingga tidak kembali meningkat seperti tahun sebelumnya," pungkas Dinik. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#dinas kesehatan #magetan #penyakit menular #kesehatan #musim pancaroba