Jawa Pos Radar Madiun - Keberhasilan lembaga pendidikan Islam modern saat ini tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi keagamaan dan capaian akademis di dalam kelas.
Madrasah yang unggul harus mampu memosisikan diri sebagai inkubator bakat yang jeli membaca passion siswa,
lalu mematangkannya lewat skema pembinaan yang profesional, terukur, dan adaptif terhadap iklim kompetisi.
Akselerasi mutu non-akademik inilah yang sukses dipertontonkan oleh MTsN 3 Magetan.
Melalui tata kelola ekstrakurikuler yang progresif, madrasah ini berhasil mendobrak pakem konvensional dengan meluncurkan Kelas Program Olahraga.
Sebuah klaster kelas khusus yang didesain presisi untuk mewadahi, mengondisikan,
dan menggembleng para talenta muda yang memiliki minat besar di bidang olahraga tanpa mengabaikan kurikulum wajib sekolah.
Baca Juga: Ratusan Pelajar Ramaikan Exmud Party 2026, Ajang Kreativitas yang Siapkan Generasi Digital
"Kami menghadirkan Kelas Program Olahraga ini sebagai wadah taktis untuk menampung hobi dan bakat anak didik.
Mereka mendapatkan porsi pelatihan khusus dan terarah dari para ahli tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar utama,"
terang Kepala MTsN 3 Magetan, Susilowati.
Tingginya antusiasme membuat manajemen madrasah menerapkan sistem seleksi ketat untuk menyaring 32 siswa terbaik ke dalam satu angkatan kelas khusus tersebut.
Selama tiga tahun masa studi, para siswa terpilih ditempa dengan tambahan porsi latihan rutin sebanyak tiga kali sepekan, yang mencakup penguatan fisik,
pematangan teknik, agenda latih tanding (try out), hingga asuhan langsung dari para pelatih profesional luar madrasah.
Tiga cabang olahraga yang dikunci sebagai fokus utama meliputi futsal, bola voli, dan pencak silat.
Strategi investasi SDM ini terbukti instan di lapangan.
Tim futsal MTsN 3 Magetan sukses membawa pulang trofi Juara 3 Turnamen Futsal tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Magetan,
Juara 3 SPENMA Futsal Championship se-Karesidenan Madiun, serta Juara 2 Sepak Bola Bupati Cup Magetan.
Lompatan prestasi paling spektakuler lahir dari klaster pencak silat yang sukses mengguncang panggung nasional.
Dalam ajang Kejuaraan Nasional Pencak Silat Sebelas Maret Open I, para pendekar muda MTsN 3 Magetan sukses memborong gelar Juara 1 Tanding Kelas C Remaja Putra, Juara 1 Tanding Pra Remaja Kelas E Putri,
serta Juara 1 Tanding Kelas F Pra Remaja Putri. Dominasi sapu bersih medali emas ini berlanjut konsisten pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Magetan dan Ngawi Student Champion League Series 1.
Heorisme di bidang olahraga tersebut diimbangi secara harmonis pada sektor non-olahraga.
MTsN 3 Magetan aktif mengasah kecakapan global siswa melalui Extra English Conversation Club (EECC) untuk melatih kemampuan storytelling dan pidato, merawat tradisi musik hadrah,
serta menghidupkan budaya literasi lewat penerbitan majalah sekolah secara berkala di setiap semester.
Atas konsistensi, inovasi tata kelola kurikulum olahraga mandiri, serta keberhasilan mencetak generasi muda yang berkarakter tangguh dan berdaya saing nasional ini,
MTsN 3 Magetan dianugerahi penghargaan bergengsi Outstanding Extracurricular dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
Penghargaan ini menjadi bukti sahih bahwa madrasah mampu berdiri sejajar di barisan terdepan pencetak atlet masa depan.
"Harapan besar kami, seluruh rentetan program ekstrakurikuler ini dapat terus menjadi laboratorium terbaik bagi siswa untuk melejitkan potensi optimalnya,
sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berkarakter unggul di mana pun mereka berada," pungkas Susilowati. (chi/*/naz)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun