Jawa Pos Radar Magetan – Ancaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Milangasri, Kecamatan Panekan, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Magetan memasuki musim kemarau.
Berbagai langkah mitigasi disiapkan untuk mencegah munculnya titik api di area penampungan sampah.
Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan bersama sejumlah instansi terkait memperkuat sistem pencegahan agar potensi kebakaran dapat ditekan.
Salah satunya dengan meningkatkan pemantauan kondisi TPA serta menyiagakan sarana pendukung penanganan darurat.
Kepala DLHP Magetan Saif Muchlissun mengatakan, upaya utama yang dilakukan adalah pencegahan.
Namun, jika terjadi kondisi darurat, seluruh unsur terkait telah disiapkan untuk bergerak cepat.
"Prioritas kami mencegah. Namun apabila terjadi keadaan darurat, seluruh unsur terkait siap bergerak cepat sesuai tugas dan fungsinya agar dampak kebakaran dapat diminimalkan," ujar Saif.
Saif menjelaskan, petugas DLHP secara rutin melakukan pengecekan kondisi fisik TPA Milangasri.
Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi lebih awal apabila muncul tanda-tanda seperti kepulan asap atau peningkatan suhu pada timbunan sampah.
Selain pengawasan, pengelolaan sampah di lokasi tersebut juga terus diperbaiki.
Petugas melakukan penataan dan pemadatan timbunan sampah, termasuk menutup area tertentu menggunakan lapisan tanah urug.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya api akibat proses pembusukan sampah yang menghasilkan gas mudah terbakar.
Menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau, DLHP Magetan juga menyiapkan sejumlah peralatan pendukung.
Di antaranya armada alat berat, sumber pasokan air, mobil tangki, hingga perlengkapan pemadaman awal.
Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas di sekitar TPA juga diperketat. DLHP melarang segala bentuk pembakaran sampah di kawasan tersebut.
"Kami juga melarang segala bentuk pembakaran sampah di kawasan TPA serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas masyarakat maupun petugas," jelas Saif. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto