Jawa Pos Radar Madiun - Hari-hari pertama siswa mengenal lingkungan sekolah telah dilewati.
Di Kabupaten Magetan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 resmi berakhir pada Jumat (17/7).
Meski agenda pengenalan sekolah selesai, pendampingan terhadap siswa baru dipastikan tetap berjalan.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Magetan menyebut seluruh rangkaian MPLS berjalan tertib dan kondusif.
Tidak ditemukan laporan pelanggaran selama kegiatan berlangsung di berbagai jenjang pendidikan.
Kepala Dindikpora Magetan Suhardi mengatakan, pelaksanaan MPLS tahun ini berjalan sesuai harapan.
Hingga hari terakhir kegiatan, pihaknya belum menerima laporan atau aduan dari masyarakat terkait pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah.
Saat ini, Dindikpora masih melakukan pendataan dan rekapitulasi jumlah peserta didik baru di seluruh jenjang pendidikan.
''Alhamdulillah sampai sekarang pelaksanaan MPLS berjalan lancar dan belum ada aduan yang masuk ke dinas,'' ujarnya, Senin (20/7).
Meski MPLS telah berakhir, Dindikpora memastikan layanan pengaduan pendidikan tidak langsung dihentikan.
Masyarakat masih dapat menyampaikan keluhan apabila menemukan persoalan terkait proses pendidikan di sekolah.
Laporan dapat disampaikan melalui dua jalur, yakni posko pengaduan di masing-masing sekolah dan posko utama Dindikpora Magetan melalui layanan PPID.
''Posko pengaduan tetap ada, baik di masing-masing sekolah maupun di Dindikpora. Pengaduan dapat disampaikan melalui PPID,'' jelas Suhardi.
Setelah MPLS selesai, perhatian pemerintah daerah beralih pada masa transisi siswa baru menuju pembelajaran efektif.
Dindikpora akan memastikan peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang nyaman dan aman.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat program Gerakan Sekolah Ramah Anak di seluruh satuan pendidikan.
Program tersebut akan terus dipantau melalui pendampingan berkala dari tim pengawas sekolah.
Suhardi mengimbau seluruh siswa baru, terutama peserta didik kelas VII SMP, agar segera membangun interaksi positif dengan lingkungan sekolah.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi langkah awal agar siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik serta mengembangkan potensi diri.
''Saya harapkan para siswa segera membuka diri dan bergaul dengan teman-teman baru, rajin mengikuti setiap kegiatan, serta terus meningkatkan prestasi,'' pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto