Jawa Pos Radar Madiun - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi momen mengenal sekolah dan lingkungan belajar.
Di Kabupaten Magetan, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan kesadaran menghadapi bencana sejak dini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan memberikan pembekalan mitigasi bencana kepada ribuan peserta didik baru agar memiliki kemampuan penyelamatan diri ketika menghadapi situasi darurat.
Kegiatan edukasi mitigasi bencana berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Juli 2026.
BPBD Magetan menyasar 23 sekolah lintas jenjang, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga SLB.
Total sebanyak 3.854 siswa baru mendapatkan materi mengenai kesiapsiagaan bencana melalui penyampaian teori dan simulasi lapangan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.
''Melalui momentum MPLS ini, kami ingin memastikan anak-anak memiliki insting penyelamatan diri yang baik. Sekolah harus menjadi lingkungan yang tangguh melalui konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),'' paparnya, Senin (20/7).
Pembekalan yang diberikan BPBD tidak hanya berupa penyampaian materi di ruang kelas.
Para siswa juga mendapatkan pelatihan praktik untuk menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah maupun permukiman.
Melalui latihan tersebut, siswa diharapkan tidak panik dan mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi ancaman bencana.
BPBD Magetan juga menggelar simulasi keadaan darurat secara langsung.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dilatih mengikuti tahapan penanganan bencana mulai dari awal kejadian hingga proses penyelamatan.
Menurut Eka, latihan fisik secara rutin menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan menghadapi bencana.
''Namun jika tubuh sudah terbiasa dilatih secara berkala, memori otot akan bekerja sendiri sehingga mereka mampu bertindak cepat, tepat, dan terarah,'' pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto