Jawa Pos Radar Madiun – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai menyusun evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 sebagai dasar persiapan pelaksanaan haji 2027.
Salah satu fokus utama yang akan diperkuat adalah aspek kesehatan dan ketahanan fisik calon jemaah haji (CJH) sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kemenhaj Magetan Ida Dwi Martini mengatakan, pengetatan pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan seluruh calon jemaah benar-benar memenuhi syarat istitha'ah atau mampu menjalankan ibadah haji dari sisi kesehatan.
Langkah tersebut diambil setelah pelaksanaan ibadah haji 2026 mencatat satu jemaah asal Magetan meninggal dunia di Arab Saudi akibat sakit.
"Evaluasi operasional haji 2026 untuk proyeksi 2027 mendatang difokuskan pada penguatan kesehatan jemaah. Skema pemeriksaan medis akan kita tingkatkan kualifikasinya," ujar Ida, Rabu (29/7).
Menurutnya, penguatan pemeriksaan kesehatan diharapkan mampu meminimalkan risiko gangguan kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik prima.
Meski demikian, Ida menilai penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara umum berjalan baik.
Seluruh aspek layanan utama, terutama akomodasi dan konsumsi bagi jemaah di Arab Saudi, dinilai tidak menemui kendala berarti.
"Akomodasi dan konsumsi tidak ada masalah," klaimnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto