Jawa Pos Radar Madiun – Video yang memperlihatkan tumpukan sampah berserakan di Jembatan Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, viral di media sosial.
Rekaman itu menunjukkan warga bergotong royong membersihkan popok sekali pakai dan limbah yang berserakan di badan jembatan.
Kepala Desa Pingkuk Ajis Santoso mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah memasang papan larangan membuang sampah maupun limbah di kawasan jembatan.
Namun, aksi pembuangan sampah sembarangan masih terus terjadi.
Menurutnya, sampah berupa popok sekali pakai dan limbah usus ayam diduga dibuang oleh pengguna jalan yang melintas.
Sampah dilempar dari atas kendaraan, tetapi tidak sampai masuk ke sungai sehingga justru berserakan di badan jembatan.
"Besar kemungkinan pampers dan limbah usus ayam tersebut dilempar oleh pengguna jalan yang melintas dari atas kendaraan. Karena lemparannya tak sampai ke sungai, sampah berserakan di tengah jalan," terang Ajis, Selasa (4/8).
Hingga kini, pemerintah desa belum dapat memastikan apakah pelaku merupakan warga setempat atau pengguna jalan dari luar wilayah.
Sementara usulan memasang pagar di jembatan dinilai bukan menjadi kewenangan pemerintah desa karena jembatan tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Magetan.
Selain itu, pemasangan pagar dikhawatirkan mengganggu kendaraan pengangkut hasil pertanian yang melintas di jalur tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, Pemdes Pingkuk berencana memasang kamera pengawas (CCTV) di sekitar jembatan.
Upaya itu diharapkan mampu mengidentifikasi pelaku sekaligus memberikan efek jera agar aksi pembuangan sampah sembarangan tidak terus berulang.
"Pemasangan CCTV ini mendesak agar identitas pelaku pembuang sampah dapat terlacak. Kami ingin ada efek jera agar area Jembatan Pingkuk tidak terus-menerus disalahgunakan," tegasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto