9 Desa dan Kelurahan di Magetan Jalani Verifikasi Program Berseri Jatim 2026

Aprilita Sari • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:08 WIB
Tim penilai dari Pemprov Jawa Timur melakukan verifikasi lapangan Program Desa/Kelurahan Berseri Jatim 2026 di Kabupaten Magetan. Foto: Aji Putra/Radar Magetan
Tim penilai dari Pemprov Jawa Timur melakukan verifikasi lapangan Program Desa/Kelurahan Berseri Jatim 2026 di Kabupaten Magetan. Foto: Aji Putra/Radar Magetan

Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak sembilan desa dan kelurahan di Kabupaten Magetan menjalani verifikasi lapangan Program Desa/Kelurahan Berseri Jawa Timur 2026, Selasa (4/8).

Tahap ini menjadi penentu untuk memastikan kesesuaian antara dokumen administrasi yang diajukan dengan kondisi nyata di lapangan.

Tim Penilai Verifikasi Lapangan Program Berseri Jawa Timur, Eka Agustina Muktini, mengatakan terdapat enam indikator utama yang menjadi dasar penilaian.

Keenam indikator tersebut meliputi kebijakan, kelembagaan, konservasi air, konservasi energi, pengelolaan sampah, dan ruang terbuka hijau (RTH).

"Indikator penilaian berlaku sama di semua jenjang. Perbedaannya hanya terletak pada luasan wilayah pengelolaan. Jenjang pratama mencakup dua RW, madya tiga RW, dan mandiri mengelola empat RW," ujarnya.

Eka mengapresiasi tingginya keterlibatan masyarakat dalam mendukung program lingkungan di Kabupaten Magetan.

Menurutnya, keberadaan kader lingkungan dan partisipasi warga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian tim penilai adalah Bank Sampah Margo Asri di Kelurahan Magetan.

Bank sampah tersebut dinilai mampu melakukan pencatatan dan pendataan volume sampah organik maupun anorganik secara konsisten sejak 2014.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan, Eny Purwanti, menegaskan keberhasilan sembilan desa dan kelurahan hingga lolos ke tahap verifikasi lapangan merupakan hasil pembinaan dan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Semua pembiasaan diproses bertahap agar budaya ramah lingkungan benar-benar mengakar kuat di tengah masyarakat," pungkasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
Program Berseri Jatim verifikasi lingkungan desa berseri DLHP Magetan