Jawa Pos Radar Madiun – Sembako dengan harga miring menjadi buruan warga Kartoharjo.
Pasar murah bersubsidi yang digelar Pemkab Magetan di Kantor Kecamatan Kartoharjo, Rabu (5/8), ramai dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dapur dengan harga lebih terjangkau.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah terhadap harga pangan.
Terlebih, fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok kerap membuat pengeluaran rumah tangga membengkak.
Yuni, warga Kartoharjo, menjadi salah seorang yang memanfaatkan kesempatan tersebut.
Berbekal kupon belanja dari desa, dia membeli sejumlah kebutuhan pokok. Mulai gula pasir, minyak goreng, telur ayam, hingga cabai rawit.
Menurut Yuni, selisih harga yang ditawarkan cukup membantu pengeluaran rumah tangga.
Apalagi, sejumlah bahan pangan tersebut merupakan kebutuhan yang dikonsumsi sehari-hari.
‘’Sangat membantu kebutuhan rumah tangga. Kami dapat kupon belanja dari desa, batasnya maksimal dua barang per komoditas. Harapannya pasar murah seperti ini lebih sering digelar, terutama pas harga sembako melambung,’’ ujarnya, Jumat (7/8).
Manfaat serupa dirasakan Dewi Lestari. Dia menilai keberadaan bahan pokok bersubsidi membantu masyarakat menghadapi naik-turunnya harga pangan di pasaran.
Karena itu, warga berharap pasar murah tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan.
Program serupa dinilai semakin dibutuhkan ketika harga sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan.
‘’Program pasar murah bersubsidi ini terbukti ampuh menjaga daya beli warga sekaligus menekan laju inflasi daerah,’’ sebut Dewi. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto