Kebakaran Hutan Rakyat Magetan Meluas, Lima Hektare Lahan di Parang Terbakar

Aprilita Sari • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 12:25 WIB
TERBAKAR: Kebakaran melanda kawasan hutan rakyat di Desa Bungkuk dan Desa Mategal, Kecamatan Parang, Magetan.
TERBAKAR: Kebakaran melanda kawasan hutan rakyat di Desa Bungkuk dan Desa Mategal, Kecamatan Parang, Magetan.

Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran kembali melanda kawasan hutan rakyat di Kabupaten Magetan.

Sedikitnya lima hektare lahan di Desa Bungkuk dan Desa Mategal, Kecamatan Parang, ludes terbakar pada Minggu (9/8) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, laporan kebakaran diterima melalui Call Center BPBD sekitar pukul 18.30 WIB.

Petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

''Laporan kami terima dari warga terkait kebakaran lahan hutan rakyat di Desa Bungkuk dan Desa Mategal, Kecamatan Parang,'' ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, api melahap sekitar dua hektare hutan rakyat di Desa Bungkuk.

Sementara di Desa Mategal, luas lahan yang terdampak mencapai tiga hektare.

Pemadaman dilakukan mulai sekitar pukul 20.00 WIB.

Petugas BPBD bersama unsur terkait menggunakan metode manual dengan cara gepyok serta membuat ilaran untuk memutus jalur rambatan api.

Setelah berjibaku hampir dua jam, kobaran api berhasil dikendalikan. Penanganan kebakaran dinyatakan selesai sekitar pukul 21.45 WIB.

''Penanganan pemadaman kebakaran lahan sudah selesai dilaksanakan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,'' kata Eka.

Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Agen Bencana Jatim, Kecamatan Parang, pemerintah desa, PMI, Destana Bungkuk, hingga para relawan.

Memasuki puncak musim kemarau, BPBD Magetan kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.

Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan.

''Jangan menyalakan api di area yang mudah terbakar. Mari bersama-sama mencegah kebakaran lahan,'' pungkasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
hutan rakyat magetan BPBD Magetan karhutla kebakaran magetan