Jawa Pos Radar Madiun – Menu telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Magetan bakal diberikan tiga kali dalam sepekan.
Pada saat bersamaan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menyerap telur ras langsung dari peternak lokal.
Kebijakan tersebut membuka pasar lebih besar bagi peternak ayam petelur di Magetan.
Selain memenuhi kebutuhan gizi penerima MBG, skema itu diarahkan untuk menjaga rantai pasok dan stabilitas harga telur di tingkat peternak.
Ketentuan tersebut mengacu Surat Edaran (SE) Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 14 Tahun 2026 tentang Pengolahan Unggas yang diterbitkan 12 Agustus 2026.
Wakil Koordinator Regional BGN Jawa Timur Teguh Bayu Widodo menyampaikan kebijakan tersebut dalam Rapat Koordinasi Satgas MBG Magetan di Pendapa Surya Graha, Kamis (13/8).
Menurut Teguh, besarnya potensi peternakan di Magetan perlu dibarengi keberpihakan terhadap rantai pasok pangan lokal.
‘’SPPG wajib menyerap telur langsung dari peternak lokal Magetan. Ini komitmen untuk menjaga rantai pasok dan stabilitas harga peternak daerah,’’ tegas Teguh.
Selain mengatur sumber pasokan, frekuensi pemberian telur dalam menu MBG juga ditingkatkan. Sebelumnya, telur dijadwalkan masuk menu dua kali dalam sepekan.
Arahan terbaru menambah frekuensi tersebut menjadi tiga kali seminggu.
Bertambahnya kebutuhan telur sekaligus berpotensi meningkatkan serapan hasil produksi peternak lokal.
‘’Arahan terbaru mendorong peningkatan alokasi hingga tiga kali seminggu,’’ jelas Teguh. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto