Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran melanda kawasan hutan rakyat di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Magetan, Senin (17/8) petang. Sedikitnya tiga hektare lahan terbakar sebelum api berhasil dikuasai tim gabungan.
Kebakaran meluas sekitar pukul 18.00. Medan perbukitan membuat petugas harus berjibaku melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat bakar agar kobaran api tidak merembet ke kawasan lain.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, Call Center BPBD menerima laporan kebakaran dari petugas PMI sekitar pukul 18.45 WIB. Tim reaksi cepat (TRC) bersama personel gabungan langsung diterjunkan ke lokasi.
’’Personel tiba di lokasi pukul 19.20 WIB dan langsung memetakan titik api. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,’’ ujar Eka, Selasa (18/8).
Tim gabungan yang diterjunkan terdiri atas BPBD, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, PMI, serta Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).
Petugas memadamkan kobaran api menggunakan metode gepyok. Cara tersebut dilakukan menyesuaikan kondisi medan perbukitan di lokasi kebakaran.
Selain memadamkan titik api, personel gabungan membuat sekat bakar untuk memutus jalur rambatan. Langkah itu dilakukan agar api tidak meluas ke kawasan hutan lainnya maupun mendekati permukiman.
Setelah berjibaku sekitar 45 menit sejak petugas tiba, api akhirnya berhasil dikuasai sekitar pukul 20.05 WIB.
BPBD Magetan mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama selama musim kemarau.
Warga diminta tidak menggunakan api untuk membersihkan maupun membuka lahan. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran juga harus dihindari di kawasan rawan.
’’Kami imbau masyarakat tidak membersihkan atau membuka lahan dengan cara dibakar, serta menghindari buang puntung rokok sembarangan di area rawan karhutla,’’ tandas Eka. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto