Mobil SPPG Terguling di Magetan, Hantam Pagar dan Mobil Panther

Aprilita Sari • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:40 WIB
TERGULING: Mobil SPPG Lembeyan Wetan terguling setelah menghantam pagar rumah warga di Desa Krowe, Magetan, Rabu (19/8). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
TERGULING: Mobil SPPG Lembeyan Wetan terguling setelah menghantam pagar rumah warga di Desa Krowe, Magetan, Rabu (19/8). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun – Mobil boks milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembeyan Wetan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Magetan, Rabu (19/8) sekitar pukul 09.00.

Armada yang digunakan untuk mendukung distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut terguling setelah diduga menyenggol tiang WiFi.

Pintu samping boks yang tidak tertutup sempurna disinyalir menjadi pemicu kecelakaan.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pengemudi kendaraan, Wasid, 40, warga Desa Lembeyan Kulon, dan pendampingnya, Joko, 40, warga Desa Nguri, berhasil dievakuasi warga. Keduanya tidak mengalami luka serius.

Kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah selatan menuju barat. Ketika itu, pintu samping boks diduga tidak tertutup sempurna.

Dalam perjalanan, pintu tersebut terbuka dan menyenggol tiang WiFi di tepi jalan hingga bengkok. Benturan membuat mobil kehilangan keseimbangan dan oleng ke kiri.

Kendaraan kemudian menghantam pagar rumah warga dan Isuzu Panther yang sedang terparkir di halaman. Setelah itu, mobil SPPG terguling ke kanan dan kembali merusak pagar.

’’Pintunya terlihat terbuka. Lalu kendaraan menabrak tiang WiFi sampai bengkok, kemudian pagar rumah dan mobil yang terparkir. Setelah itu terguling,’’ kata Dadang Suyanto, warga setempat.

Kepala SPPG Lembeyan Wetan Lisnia Rinanda Putri membenarkan kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan armada milik SPPG.

Baca Juga: AXIS School Fest 2026 Sambangi SMAN 1 Balong Ponorogo, Bekali Pelajar Literasi hingga AI

Sebelum insiden terjadi, kendaraan baru menyelesaikan distribusi MBG di Desa Tapen.

Mobil kemudian menuju salah satu sekolah di Desa Krowe untuk mengambil ompreng atau wadah makan kosong.

’’Driver sebenarnya sudah selesai pendistribusiannya. Di Desa Krowe ini mau mengambil ompreng yang kosong ke sekolah,’’ ujarnya.

Lisnia menduga kecelakaan terjadi akibat kelalaian dalam memastikan pintu samping boks tertutup rapat.

Dia sekaligus membantah dugaan bahwa pengemudi mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan.

’’Tidak ada ugal-ugalan sopir. Ini murni kelalaian karena pintu boks samping tidak tertutup rapat sehingga pintu menyenggol tiang WiFi dan pagar,’’ tegasnya.

Insiden tersebut mengakibatkan pagar rumah warga mengalami kerusakan.

Toyota Panther yang terparkir di halaman juga mengalami kerusakan pada bagian bumper belakang.

Pihak yayasan bersama mitra SPPG telah berkomunikasi dengan pemilik rumah dan kendaraan terkait penyelesaian ganti rugi atas kerusakan tersebut.

SPPG Lembeyan Wetan diketahui memiliki dua armada untuk melayani distribusi MBG ke 25 sekolah dan dua posyandu yang tersebar di dua desa.

Lisnia memastikan kecelakaan tersebut tidak akan mengganggu pelayanan MBG.

Pihak yayasan telah menyiapkan kendaraan pengganti agar distribusi makanan tetap berjalan sesuai jadwal. ’’Pihak yayasan telah menyiapkan kendaraan SPPG pengganti sehingga kegiatan distribusi tetap berjalan,’’ pungkasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
mobil SPPG Magetan SPPG Lembeyan Wetan magetan kecelakaan magetan Mbg