Jawa Pos Radar Madiun – Program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Magetan digenjot sepanjang 2026.
Sebanyak 984 rumah menjadi sasaran penanganan, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 300 unit.
Kabid Perumahan Rakyat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Magetan Teguh Adi Wiyono mengatakan, peningkatan cakupan penanganan RTLH menjadi salah satu upaya menyediakan hunian layak sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
’’Kalau kita bicara secara global atau keseluruhan, kenaikannya sampai 300 persen. Kalau tahun lalu hanya sekitar 300 unit, saat ini mencapai 984 unit,’’ ujarnya, Jumat (4/9).
Dari 984 rumah tersebut, sebanyak 176 RTLH ditangani menggunakan APBD Kabupaten Magetan.
Rinciannya, 84 unit melalui APBD murni dan 92 unit dialokasikan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK).
Porsi terbesar penanganan berasal dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program tersebut menyasar 804 rumah yang terbagi dalam enam tahap.
’’Total keseluruhannya dari enam tahap tersebut 804 unit dan harus selesai 804 unit juga,’’ kata Teguh.
Selain APBD dan program BSPS, empat rumah mendapatkan bantuan dari Pramuka.
Masing-masing dua unit melalui tingkat kabupaten dan dua lainnya dari tingkat provinsi.
Dengan dukungan sejumlah sumber tersebut, total penanganan RTLH di Magetan tahun ini mencapai 984 unit.
Sejauh ini, sebanyak 102 rumah telah selesai ditangani. Rinciannya, 84 unit menggunakan APBD dan empat unit melalui bantuan Pramuka.
Selain itu, terdapat 14 rumah terdampak bencana yang telah ditangani. Tiga di antaranya melalui pembangunan baru dan 11 lainnya berupa renovasi.
Sementara, sasaran lainnya masih dalam proses. Tahapannya mulai kerja sama penyediaan bahan bangunan, persiapan material, hingga pelaksanaan pekerjaan fisik.
Khusus RTLH yang ditangani melalui APBD Kabupaten Magetan, setiap penerima mendapatkan bantuan Rp 20 juta.
Anggaran tersebut digunakan untuk merehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi tempat tinggal yang lebih layak.
Teguh menegaskan, penanganan RTLH tidak hanya mengandalkan APBD.
Pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan agar jumlah rumah yang dapat diperbaiki semakin banyak.
’’Berbagai sumber pendanaan coba kami optimalkan untuk memperluas cakupan perbaikan rumah sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di Magetan,’’ tandasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto