Breaking News! TPA Milangasri Magetan Terbakar, Api Diduga Berasal dari Pembakaran Lahan Tebu

Aprilita Sari • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 19:26 WIB
MEMBARA: Petugas berjibaku memadamkan kebakaran TPA Milangasri di Kecamatan Panekan, Magetan, Sabtu (12/9). foto: Aji Putra/Jawa Pos Radar Magetan
MEMBARA: Petugas berjibaku memadamkan kebakaran TPA Milangasri di Kecamatan Panekan, Magetan, Sabtu (12/9). foto: Aji Putra/Jawa Pos Radar Magetan

Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran melanda TPA Milangasri di Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, Magetan, Sabtu (12/9) sore.

Hingga Sabtu malam, api yang menjalar ke sejumlah zona timbunan sampah belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Proses pemadaman berlangsung penuh risiko.

Selain api berada di sela-sela timbunan sampah, petugas harus mewaspadai gas metana yang dihasilkan dari tumpukan sampah dan berpotensi memicu ledakan.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan Eny Purwanti mengatakan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran lahan bekas panen tebu di sebelah utara TPA Milangasri.

Hembusan angin dari arah utara ke selatan diduga mempercepat penjalaran api menuju kawasan tempat pembuangan akhir tersebut.

Baca Juga: Sumur Bor Kering, 20 KK di Pacitan Bergantung Dropping Air Bersih

’’Informasinya pembakaran lahan tebu yang sudah panen itu lumayan besar. Anginnya dari utara ke selatan, jadi seperti dikipasi,’’ ujar Eny.

Titik api awalnya terpantau di Zona 4 sisi utara dan langsung ditangani petugas. Namun, api kemudian muncul di Zona 5, 6, dan 7 yang berada di sisi selatan.

Tingginya timbunan sampah membuat sejumlah titik api sulit dijangkau.

Eny mengaku menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.00. Berselang sekitar 30 menit, kobaran api membesar.

Baca Juga: Banggar Kritik R-APBD Magetan 2027, Hampir Separuh Anggaran Tersedot Belanja Pegawai

Semak kering serta tiupan angin kencang disebut turut mempercepat perambatan api. Zona yang terbakar sebelumnya merupakan area pasif.

Namun, kawasan tersebut kembali digunakan karena zona pembuangan lainnya telah overload. Proses penutupan timbunan sampah atau covering juga belum tuntas.

Upaya pembasahan yang dilakukan sebelumnya pun belum maksimal karena keterbatasan pasokan air.

’’Untuk memadamkan keseluruhan membutuhkan waktu lama karena api berada di sela-sela tumpukan sampah dan tanah,’’ jelasnya.

Baca Juga: Hasil Kualifikasi Moto3 San Marino 2026: Veda Ega Pratama P16, David Almansa Pole

Petugas Damkar, BPBD, dan DLHP Magetan dikerahkan untuk menangani kebakaran TPA Milangasri.

Proses pemadaman dilakukan ekstra hati-hati karena adanya potensi bahaya gas metana.

’’Lokasi ini mengandung gas metana yang berpotensi meledak. Jadi, petugas Damkar, BPBD, dan DLHP memadamkan api dengan bertaruh nyawa,’’ tegas Eny.

TPA Milangasri memiliki luas sekitar 4,2 hektare.

Baca Juga: Yunus Mahatma Mulai Jalani Hukuman di Rutan Ponorogo, Sepekan Tempati Kamar Khusus

Menurut Eny, aktivitas pembakaran di sekitar kawasan tersebut sebenarnya telah berulang kali diperingatkan karena berisiko memicu kebakaran ketika api tidak diawasi dan angin bertiup kencang.

’’Kita sedih karena sudah berhati-hati, tapi sekitarnya abai. Petugas tidak mungkin bisa mengendalikan seluruh TPA Milangasri seluas 4,2 hektare,’’ tuturnya.

DLHP memperkirakan pemulihan area terdampak membutuhkan waktu. Eny sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, khususnya di sekitar TPA.

’’Pemulihannya pasti agak lama,’’ pungkasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
kebakaran TPA Milangasri TPA Milangasri gas metana magetan DLHP Magetan