MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bantuan dua alat baru pendeteksi banjir (EWS) dari BNPB yang diterima Pemkab Madiun ternyata tak bisa langsung dioperasikan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Muhamad Zahrowi mengatakan, untuk pengoperasiannya menunggu sekitar satu bulan lagi. Itu pun kalau simulasi berhasil.
Meski begitu, Zahrowi mengklaim tidak ada kata terlambat untuk waspada bencana. Kendati sudah masuk musim penghujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. ‘’Prinsipnya, semakin banyak EWS semakin baik,’’ tuturnya, Sabtu (13/11).
Sampai dengan saat ini terdapat delapan EWS yang telah terpasang. Dua untuk tanah longsor dan enam untuk banjir. Soal berapa idealnya jumlah EWS yang dibutuhkan, Zahrowi tidak dapat memastikan. Sebab, tergantung anggaran untuk pengadaannya. Sehingga, beberapa desa di Kecamatan Gemarang dan Kare yang rawan banjir belum ada EWS. ‘’Diharapkan pemerintah desa setempat lebih memprioritaskan mitigasi agar risiko bencana berkurang,’’ ucapnya. (den/c1/sat/her)
Editor : Hengky Ristanto