MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Anjloknya panen kakao dipicu karena persoalan kesediaan pupuk terbatas. Kabid Prasarana dan Sarana (PSP) Disperta Kabupaten Madiun Parna mengaku pihaknya tak dapat berbuat banyak terkait minimnya jatah pupuk subsidi tahun ini. ‘’Berdasar usulan petani, pupuk subsidi perkebunan cenderung ke tebu, belum sampai kakao, cengkih, durian, atau kopi,’’ paparnya, Rabu (2/2).
Parna mengungkapkan, ada jatah pupuk subsidi sektor perkebunan untuk berbagai komoditas. Dia berharap tiap kelompok lebih aktif dalam pengusulan lewat elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Kasus di lapangan, kelompok kesulitan menghitung luasan lahan masing-masing petani. ‘’Tahun ini, karena berkurang pupuk subsidi diprioritaskan ke tanaman pangan,’’ ujar Parna. (den/c1/isd/her)
Editor : Hengky Ristanto