GEGER, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar meninggalnya Siti Saropah –pekerja migran Indonesia (PMI) di Hongkong- menyisakan duka mendalam bagi Sumini, orang tua Siti. ‘’Keluarga di rumah berharap jenazah cepat dipulangkan,’’ kata Sumini kemarin (24/3).
Sumini mengaku mendapatkan kabar kematian Siti pada 19 Maret lalu. Informasi yang diterima, Siti sempat mengalami koma selama dua minggu sebelum mengembuskan napas terakhir. Kondisi kesehatan Siti dikabarkan drop usai mendapat vaksin Covid-19 dosis ketiga. ‘’Kabar itu diterima cucu saya dari teman Siti di Hongkong,’’ ujarnya.
Meski begitu, Sumini mengungkapkan bahwa putri bungsunya yang sudah belasan tahun di Hongkong itu memiliki riwayat darah tinggi. ‘’Tidak menyangka bisa seperti ini (Siti Saropah meninggal, Red),’’ tuturnya. ‘’Sudah lapor dan minta tolong kepala desa juga,’’ imbuhnya.
Rindu Sumini kepada Siti tak terbayarkan. Maklum, sudah sekitar 13 tahun keduanya tidak bertemu secara langsung. Sumini hanya bisa memandangi foto Siti yang tersimpan di rumah. Pun, berusaha tegar menghadapi kenyataan itu. ‘’Saat ini keluarga menunggu kepulangan jenazah,’’ ujarnya.
Sementara, berbagai pihak seperti Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kantor Madiun tengah berupaya terkait pemulangan jenazah Siti. Namun, hingga kini belum mendapat kepastian. Informasi resmi dari pemerintah pusat maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong tak kunjung datang. (den/c1/isd/her)
Editor : Hengky Ristanto