MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hingga petang sejumlah pedagang Pasar Dungus masih panik menyelamatkan barang dagangan mereka. Itu setelah pasar tradisional di Desa/Kecamatan Wungu tersebut terbakar sekitar pukul 13.30, Minggu (4/9). ‘’Tidak tahu asalnya dari mana. Api sudah membesar membakar kios-kios di dalam pasar,’’ kata Ndari, salah seorang pedagang.
Menurut dia, saat kejadian siang bolong itu tidak banyak orang di dalam pasar. Karena memang sudah waktunya tutup. Hanya beberapa pedagang yang masih membuka kios mereka. Terutama di bagian depan atau luar pasar. Sementara kios di dalam sudah tutup semua. ‘’Padahal habis kulakan semua. Sekarang sudah habis, kobong,’’ ujarnya sedih.
Hartatik, pedagang lainnya, saat kejadian masih di pasar. Lantaran kiosnya di depan, dia langsung refleks menyelamatkan barang-barang dagangannya saat tahu terjadi kebakaran di dalam pasar. ‘’Tiba-tiba sudah banyak asap di belakang kios saya. Sudah tidak kepikiran apa-apa selain menyelamatkan barang sebisanya,’’ ungkapnya.
Wakapolres Madiun Kompol Ricky Tri Dharma mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran Pasar Dungus sekitar pukul 14.00. Selang sepuluh menit petugas sampai ke tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung menindaklanjuti kejadian tersebut. ‘’Ini (tadi sore, Red) masih dalam proses pembasahan,’’ ujarnya.
Ricky belum dapat menyebutkan penyebab kebakaran karena masih butuh penyelidikan. Pun jumlah kios yang terbakar maupun nilai kerugiannya. ‘’Tidak ada korban jiwa, untuk kerugian masih kami hitung,’’ tuturnya.
Dia menambahkan, untuk sementara Pasar Dungus akan ditutup setelah proses evakuasi dan pemadaman selesai. Selanjutnya, pihaknya akan mendata kerusakan akibat amuk si jago merah. Sekaligus menghitung nilai kerugiannya. ‘’Nanti kami konfirmasi (jumlah kios terbakar) dengan pengelola pasar. Sementara kami evakuasi dahulu barang-barang yang masih bisa diselamatkan,’’ jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Indra Setyawan Indra menyebutkan, di Pasar Dungus saat ini terdapat 292 pedagang. Perinciannya, 36 pedagang kios dan 256 pedagang los.
Pihaknya telah memikirkan agar roda perekonomian mereka tetap berjalan usai tertimpa musibah ini. Yakni, merelokasi untuk sementara waktu agar mereka tetap berdagang. ‘’Alternatif relokasi di Lapangan Dungus. Tapi, tetap butuh waktu dan proses,’’ sebutnya. (mg3/den/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto