MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar baik untuk warga terdampak bencana puting beliung di Kaligunting, Mejayan, dan Sidorejo, Saradan. Sebab, anggaran belanja tidak terduga (BTT) di kedua desa tersebut bisa dipakai untuk penanganan pascabencana. ‘’BTT desa terkait untuk segera dilaksanakan,’’ kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono, Senin (12/9).
Kendati setiap desa sudah menganggarkan BTT, Joko pesimistis dapat meng-cover semua kerusakan. Mengingat terdapat 53 rumah dan dua warung rusak yang harus dibantu perbaikannya. ‘’Desa menganggarkan BTT sesuai tingkat kerawanan bencana di wilayah masing-masing. Rata-rata Rp 10 juta untuk wilayah agak rawan,’’ ujarnya.
Saat bencana terjadi Kamis (8/9) lalu, bertepatan dengan perubahan APBDes. Joko menekankan, desa boleh menambah anggaran BTT untuk penanganan pascabencana. ‘’Anggaran yang sudah ada dilaksanakan, kalau kurang bisa ditambah di perubahan APBDes,’’ tuturnya.
Joko menyampaikan, BTT bisa dipakai untuk perbaikan rumah yang rusak. Pun, bantuan material bangunan seperti genting. ‘’BTT juga bisa untuk bantuan konsumsi maupun kerja bakti. Yang penting, APBDes itu tidak diberikan dalam bentuk uang,’’ jelasnya.
Penanganan pascabencana, lanjut Joko, merupakan tanggung jawab bersama. Pemdes juga berkewajiban untuk itu. Namun, banyak jalur yang dapat ditempuh. Masih ada organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang bisa ambil bagian. ‘’Kalau penanganan pemdes belum cukup, pemkab akan menindaklanjuti,’’ ujarnya. (den/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto