‘’Meski begitu, sebenarnya ada pertanda bagus,’’ kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun Hartono, Minggu (4/12).
Dia memaparkan, tahun ini tingkat pengangguran terbuka (TPT) meningkat 4,99 persen menjadi 5,84 persen. Sementara untuk TPAK (tingkat partisipasi angkatan kerja) juga meningkat dari 67,77 persen menjadi 72,72 persen. Hartono menyebutkan, jumlah pengangguran tahun lalu 18.846. Tahun ini bertambah 4.911 orang.
Kenaikan TPT tersebut, lanjut dia, disebabkan bertambahnya angkatan kerja (AK) tahun ini sebanyak 29.212 orang. Jumlah yang bekerja bertambah 24.301 orang dari tahun lalu.
‘’Secara program kerja, serapan tenaga kerja tahun ini cukup tinggi. Jumlah kebutuhan bekerja dengan yang sudah terserap selisihnya tidak begitu jauh,’’ ujarnya.
Hartono menyebtukan, dalam konsep pengangguran ada beberapa kategori. Mulai dari yang belum bekerja, masih mencari pekerjaan, sudah diterima namun masih menunggu jadwal bekerja dan yang sedang mempersiapkan usaha. Sehingga, bisa jadi penambahan TPT adalah mereka yang sudah terserap, tetapi karena waktu survei yang terbatas.
Jadi, saat wawancara untuk didata, masuknya masih kategori pengangguran. ‘’Jumlah BAK (bukan angkatan kerja) tahun ini turun dari 179.669 orang menjadi 152.716 orang. Ini juga bisa menjadi faktor TPT naik,’’ ungkapnya.
Hartono menambahkan, kenaikan TPT ini bukan berarti program penyerapan tenaga kerja tahun ini gagal. Sebab, perlu dianalisa dengan data lainnya. Seperti TPAK, AK, BAK dan jumlah yang bekerja apakah mengalami penurunan atau sebaliknya.
Program bisa dikatakan gagal jika TPT naik, sementara TPAK, AK dan jumlah bekerja mengalami penurunan drastis.
Namun faktanya, dalam data tahun ini justru angka-angka tersebut ikut naik. ‘’Kecuali jika AK dan BAK tetap, lalu TPT naik bisa jadi dinilai program penyerapan tenaga kerja kurang maksimal, tetapi ini tidak,’’ jelasnya. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto