Penyaluran bansos 3in1 ini terdiri dari bantuan langsung tunai bahan bakar minyak (BLT BBM), program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT).
‘’Per 13 Desember lalu penyaluran sudah mencapai 98,14 persen,’’ kata Wahyu Wibowo, penanggung jawab penyaluran bansos PT Pos Indonesia Kantor Cabang Utama (KCU) Madiun, Minggu (18/12).
Menurut dia, masih ada 1.207 dari total 64.966 KPM belum menerima bantuan yang tersebar di 15 kecamatan. Penyaluran bansos tersebut menggunakan sistem door-to-door atau langsung ke rumah KPM.
Per kecamatan satu petugas penyalur, sehingga butuh waktu. ‘’Yang menolak baru satu orang. Selebihnya karena tidak ada di tempat atau di luar kota. Pun, ada yang sudah meninggal dunia,’’ ungkapnya.
Wahyu menyebutkan, nominal bansos per KPM bervariasi. Untuk BLT BBM periode November-Desember Rp 600 ribu. BPNT Oktober-Desember Rp 600 ribu. Sedangkan PKH mulai Rp 225 ribu hingga Rp 3,6 juta periode Oktober-Desember. ‘’Deadline penyaluran bansos sampai akhir Desember,’’ ujarnya.
Dia menambahkan, bagi KPM yang menolak bansos atau sudah meninggal dunia dan tidak ada anggota keluarga di kartu keluarga (KK)-nya, status penyalurannya dianggap gagal bayar. Sehingga, dananya akan dikembalikan ke Kementerian Sosial (Kemensos). ‘’Kami upayakan tersalurkan semua sebelum tahun baru 2023,’’ janjinya. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto