Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Banjir Langganan Melanda Tempursari, Satu Jembatan Ambrol

Hengky Ristanto • Rabu, 28 Desember 2022 | 17:55 WIB
AMBROL: Jembatan di RT 10, Desa Tempursari, Wungu, ambrol diterjang bambrongan yang terbawa derasnya banjir pada Sabtu (24/12) lalu. (ISTIMEWA)
AMBROL: Jembatan di RT 10, Desa Tempursari, Wungu, ambrol diterjang bambrongan yang terbawa derasnya banjir pada Sabtu (24/12) lalu. (ISTIMEWA)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Banjir menahun yang melanda Desa Tempursari, Wungu, setiap memasuki musim penghujan seakan tanpa solusi. Sabtu (24/12) lalu, wilayah desa yang berbatasan dengan Kota Madiun itu kembali terdampak luapan sungai setempat.

Bahkan, arus banjir juga membawa bambrongan (rumpun bambu). Beruntung tidak ada korban jiwa dan luka maupun kerusakan rumah warga.

‘’Bambu-bambu itu nyangkut di bawah jembatan. Ada juga yang sampai ambrol jembatannya,’’ kata Kepala Desa (Kades) Tempursari Hendik Dwi Laksono, Selasa (27/12).

Menurut Kades, sedikitnya ada empat titik sungai yang tersumbat bambrongan. Dua titik di RT 19, satu nyangkut di jembatan dan satunya lagi terhenti di kelokan dekat jembatan tersebut.

Sementara satu titik lagi di RT 6 mendapat kiriman bambrongan dari Mojorayung. ‘’Satu titik lainnya di RT 10 yang mengakibatkan jembatan ambrol dan akses jalan terputus,’’ ungkapnya.

Jembatan yang ambrol tersebut, lanjut Hendik, karena usianya juga memang sudah tua. Sehingga, tidak kuat menahan terjangan bambrongan yang terbawa derasnya banjir. ‘’Di desa ini, masih ada dua jembatan lagi yang rawan ambrol,’’ sebutnya.

Pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Mulai normalisasi sungai hingga meninggikan jembatan untuk antisipasi datangnya banjir. ‘’Sudah kami cicil, namun belum bisa semua. Sebab, anggarannya terbatas. Kami usahakan satu tahun satu jembatan,’’ ujarnya.

Hendik menyampaikan banyak faktor penyebab banjir langganan seperti ini. Mulai sungai yang mengalami pendangkalan, banyak bambrongan di sepanjang bibir sungai, lokasi muara tiga anak sungai dan juga badan sungai yang bekelok-kelok. ‘’Sehingga, material mudah tersangkut dan menyumbat sungai,’’ bebernya.

Pihaknya mengandalkan gotong royong dengan peralatan seadanya untuk evakuasi. Medan yang sulit membuat alat berat tidak bisa didatangkan. Minggu (25/12) lalu, jembatan di RT 19 dibersihkan karena cukup urgent. Kemarin, ganti bambrongan di RT 6 yang dibersihkan.

‘’Sebenarnya warga resah, takut kalu sampai ke rumah. Namun mereka sudah paham harus melakukan apa jika terjadi seperti ini,’’ pungkasnya. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto
#hujan deras #luapan sungai #banjir madiun #bencana #banjir langganan #banjir #jembatan ambrol #wungu