Menurut dia, petani kerap mendapatkan harga jual gabah yang rendah. Hal tersebut berbanding terbalik dengan biaya produksi yang tinggi. Mulai harga pupuk sampai tenaga kerja. ‘’Kalau setiap panen raya harga jual anjlok, kapan petani sejahtera. Belum lagi kalau tanaman terserang penyakit,’’ sergahnya.
Sejatinya, kondisi tersebut sudah coba diatasi. Pihaknya mengusulkan harga jual gabah yang layak. Baik ke pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat, secara berkesinambungan. Namun, nihil hasil. ‘’Harga ideal gabah kering sawah itu Rp 4.700 per kilogram. Karena beberapa hal, ditentukan lebih rendah Rp 500 per kilogram dari harga yang diusulkan,’’ ungkapnya.
Pihaknya berharap pemerintah lebih serius menyikapi masalah harga jual gabah. Baik pemerintah pusat maupun daerah, lanjut dia, perlu ambil sikap konkret. Sebab, hal tersebut berkaitan erat dengan ketahanan pangan. ‘’Selain pengendalian harga gabah, soal distribusi pupuk dan alsintan juga perlu diperhatikan,’’ harapnya. (den/sat) Editor : Hengky Ristanto