Siti menjelaskan, program KS penggerak merupakan salah satu upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) dunia pendidikan. Pun, selaras dengan penerapan sekolah penggerak yang berorientasi ke kompetensi numerasi, literasi, serta karakter. ‘’Totalnya sudah ada 53 KS penggerak dari berbagai jenjang (PAUD, SD, dan SMP, Red),’’ ungkapnya.
Siti menyampaikan, puluhan KS penggerak itu hasil pelaksanaan program pertama dan kedua. Angkatan pertama sebanyak 33 nama resmi menyandang predikat KS penggerak. Sementara, angkatan kedua tercatat 20 orang. ‘’Angkatan ketiga tahun ini belum dimulai. Kami sedang mempersiapkan untuk itu,’’ ujarnya.
Dikbud terus mendorong seluruh KS di bawah naungannya untuk mengikuti program itu. Sebab, hal tersebut dinilai punya peran penting dalam upaya pemaksimalan mutu pendidikan di Kabupaten Madiun. ‘’Sekolah penggerak (dengan KS penggerak) akan dapat BOS kinerja dari pusat untuk pelaksanaan pendidikan,’’ pungkasnya. (den/isd) Editor : Hengky Ristanto