Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah menyebutkan, nasib SDN Kare 07 yang kesulitan mendapatkan siswa itu tidak terlepas dari kondisi demografi desa setempat. ‘’Anak kecil tinggal satu. Itupun tahun ini masih usia PAUD-TK,’’ ungkapnya.
Informasi yang diperoleh Siti, penduduk di sekitar SDN Kare 07 saat ini hanya tujuh kepala keluarga (KK). Bahkan, beberapa di antaranya berasal dari Ponorogo. ‘’Selama saya menjabat (kepala dikbud) selalu kekurangan murid,’’ sebutnya.
Kondisi tersebut memaksa dikbud memilih opsi penutupan SDN Kare 07. Pun, kepala sekolah beserta guru telah dimutasi ke lembaga lain seperti SDN Kare 1 dan SDN 3 Cermo. ‘’Sekarang tinggal input data ke dapodik dan mengomunikasikan berkas-berkas,’’ tuturnya.
Dia menambahkan, SDN Kare 07 didirikan oleh PT Perusahaan Perkebunan Kandangan di masa-masa jayanya dulu. Sekolah itu menampung anak buruh perkebunan dari Kabupaten Madiun dan Ponorogo.
Seiring meredupnya masa keemasan perkebunan Kandangan, kawasan tersebut mulai ditinggalkan warganya untuk merantau mencari penghidupan yang lebih baik. (odi/isd) Editor : Hengky Ristanto